Kadang kalau kita pergi, untuk menghemat ruang tas atau meminimalisir berat tas yang akan kita bawa adalah dengan tidak membawa handuk. Hal ini seringkali dilakukan, karena biasanya ditempat kita menginap disediakan handuk.
Namun hal itu jarang sekali saya lakukan, namun berhubung akan pergi dinas dalam waktu yang cukup panjang, dan kebetulan dinas-nya bareng dengan salah seorang pejabat, maka tidak mungkin menginap dihotel yang kelas melati. Dengan ekspektasi menginap dihotel berbintang dan yang pastinya handuknya terjamin, maka pergilah saya tanpa membawa handuk untuk meminimalisir berat tas yg saya bawa, karena selain membawa pakaian, saya juga harus membawa berkas2 yang banyak.
Tapiiiiiiiiii.....
Sial bagi saya, handuk hotel yang nampaknya bersih ternyata membawa kuman penyakit. Sepulang dinas, badan saya gatal2 dan terkena penyakit kulit. Aargh... akhirnya harus ke dokter dan berobat...
Lain cerita dengan teman saya, Sepulang dinas, teman saya yang sedang hamil terkena penyakit herpes yang diduga karena menggunakan handuk hotel.
Oleh karena itu, seberat apapun bawaan saya, semewah apapun hotel itu... Saya tidak akan menggunakannya... KAPOK
Wednesday, July 28, 2010
Monday, July 19, 2010
all i am
Who do you think you see
When you look at me
Is it somebody strong
Somebody you could admire
And who do you think I am
when I take your hand
Are you counting on me
To fill your dreams and your desires
Well all I am
is lonely just like you
All I wanna do
is have one dream comes true
All I am
is handing you my heart
hoping to be part of you
Who do you think you are
Standing in the dark
Are you waiting for me
Why can't I reach you from here
oh, how do I get to you
when you look me through
don't you think that maybe
we have something special to be shared
When you look at me
Is it somebody strong
Somebody you could admire
And who do you think I am
when I take your hand
Are you counting on me
To fill your dreams and your desires
Well all I am
is lonely just like you
All I wanna do
is have one dream comes true
All I am
is handing you my heart
hoping to be part of you
Who do you think you are
Standing in the dark
Are you waiting for me
Why can't I reach you from here
oh, how do I get to you
when you look me through
don't you think that maybe
we have something special to be shared
Wednesday, July 14, 2010
Beautifull ternate 2
Setelah puas menjelajah tidore, kemudian beralih untuk menjelajah ternate..
Sebelum berangkat, aku mendapat tugas untuk mencari tempat2 menarik di ternate...
Ditetapkanlah tempat2 berikut ini:
- keraton ternate
- danau tolire
- pantai sulamadaha
- benteng oranye
- benteng toluko
Namun pada kenyataannya, kami tidak mengunjungi kedua benteng tersebut. Sayang sekali, padahal benteng2 di ternate merupakan benteng2 tertua yang ada di indonesia.
Keraton Ternate, berada tepat di alun2 kota ternate, jadi karena merupakan kota yang luasnya tidak seberapa. Pastilah kita akan melewati keraton Ternate. Sayangnya, untuk mengunjungi keraton ternate, harus membuat janji dulu sehari sebelumnya, jadi tidak bisa seenaknya mengunjungi tempat tersebut. Karena belum membuat janji, kamipun hanya bisa melihat keraton dari luar saja...
Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke batu angus. Kenapa dinamakan batu angus?
Batu angus adalah sebuah kawasan di pulau Ternate yg merupakan jalur lahar, di bilang batu angus karena di banyak sisa2 letusan gunung yang sangat besar pada jaman dulu berupa lahar yg telah membeku menjadi batu2 hitam dengan bentuk tak beraturan ya.... kayak batu yang hangus..............
batu-batu ini berjejer dari puncak gunung sampai ke pantai.....

Berikutnya ke pantai sulamadaha, pantai ini pasirnya hitam seperti di krakatau. Wajar saja, karena pantai ini ada di kaki gunung gamalama. Jadi pasirnya merupakan pasir gunung, sama seperti krakatau. Tapi, airnya jernih sekali, padahal kalau dilihat dari jauh, warnanya hitam, tapi kalau dilihat dari dekat jernih sekali, ini dikarenakan pengaruh dari pasirnya...
Kalau anda hobby snorkeling, bisa menyusur pantai agak keatas, ketempat bernama hall. Disana disewakan alat snorkeling, dan pastinya spotnya bagus sekali untuk snorkeling, karena lautnya belum tercemar limbah.
Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan menanjak melewati desa2 penduduk, dimana sepanjang jalan harum dengan wangi cengkeh..
Sampailah kami di danau tolire, danau vulkanik berwarna hijau yang terletak dibawah kaki gunung gamalama.
legenda danau tolire yang kudapat dari temanku orang ternate adalah dahulu kala ada bapak dan anaknya yang berhubungan dan akhirnya anaknya tersebut hamil. Karena kelakuan mereka itu, akhirnya mereka dikutuk. Kedua anak-beranak itupun melarikan diri, konon ditempat bapaknya berpijak amblas dan akhirnya membentuk danau tolire besar, sedangkan tak jauh dari situ sekitar 200m terdapat danau tolire kecil yang katanya tempat anaknya itu.
Diluar dari legenda tadi, danau tolire sendiri memiliki aura mistis yang sangat kental, konon bagi yang beruntung dan berhati bersih dapat melihat buaya putih didanau tersebut.
Namun ada juga keunikannya, cobalah melempar batu kedanau tersebut, pasti tidak akan sampai kesana batunya. Biasanya jika kita melempar batu ke air, maka akan ada percikan di air pertanda batu tersebut sampai ke air, namun di danau tolire, batu tersebut tidak akan pernah sampai kedanau, walau sekuat apapun kita melemparnya.
Hal inilah yang menjadi lahan bisnis bagi masyarakat sekitar, batu2 mereka jual kepada wisatawan yang berminat untuk mencoba melempar.
Sebelum berangkat, aku mendapat tugas untuk mencari tempat2 menarik di ternate...
Ditetapkanlah tempat2 berikut ini:
- keraton ternate
- danau tolire
- pantai sulamadaha
- benteng oranye
- benteng toluko
Namun pada kenyataannya, kami tidak mengunjungi kedua benteng tersebut. Sayang sekali, padahal benteng2 di ternate merupakan benteng2 tertua yang ada di indonesia.
Keraton Ternate, berada tepat di alun2 kota ternate, jadi karena merupakan kota yang luasnya tidak seberapa. Pastilah kita akan melewati keraton Ternate. Sayangnya, untuk mengunjungi keraton ternate, harus membuat janji dulu sehari sebelumnya, jadi tidak bisa seenaknya mengunjungi tempat tersebut. Karena belum membuat janji, kamipun hanya bisa melihat keraton dari luar saja...
Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke batu angus. Kenapa dinamakan batu angus?
Batu angus adalah sebuah kawasan di pulau Ternate yg merupakan jalur lahar, di bilang batu angus karena di banyak sisa2 letusan gunung yang sangat besar pada jaman dulu berupa lahar yg telah membeku menjadi batu2 hitam dengan bentuk tak beraturan ya.... kayak batu yang hangus..............
batu-batu ini berjejer dari puncak gunung sampai ke pantai.....

Berikutnya ke pantai sulamadaha, pantai ini pasirnya hitam seperti di krakatau. Wajar saja, karena pantai ini ada di kaki gunung gamalama. Jadi pasirnya merupakan pasir gunung, sama seperti krakatau. Tapi, airnya jernih sekali, padahal kalau dilihat dari jauh, warnanya hitam, tapi kalau dilihat dari dekat jernih sekali, ini dikarenakan pengaruh dari pasirnya...
Kalau anda hobby snorkeling, bisa menyusur pantai agak keatas, ketempat bernama hall. Disana disewakan alat snorkeling, dan pastinya spotnya bagus sekali untuk snorkeling, karena lautnya belum tercemar limbah.
Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan menanjak melewati desa2 penduduk, dimana sepanjang jalan harum dengan wangi cengkeh..
Sampailah kami di danau tolire, danau vulkanik berwarna hijau yang terletak dibawah kaki gunung gamalama.
legenda danau tolire yang kudapat dari temanku orang ternate adalah dahulu kala ada bapak dan anaknya yang berhubungan dan akhirnya anaknya tersebut hamil. Karena kelakuan mereka itu, akhirnya mereka dikutuk. Kedua anak-beranak itupun melarikan diri, konon ditempat bapaknya berpijak amblas dan akhirnya membentuk danau tolire besar, sedangkan tak jauh dari situ sekitar 200m terdapat danau tolire kecil yang katanya tempat anaknya itu.
Diluar dari legenda tadi, danau tolire sendiri memiliki aura mistis yang sangat kental, konon bagi yang beruntung dan berhati bersih dapat melihat buaya putih didanau tersebut.
Namun ada juga keunikannya, cobalah melempar batu kedanau tersebut, pasti tidak akan sampai kesana batunya. Biasanya jika kita melempar batu ke air, maka akan ada percikan di air pertanda batu tersebut sampai ke air, namun di danau tolire, batu tersebut tidak akan pernah sampai kedanau, walau sekuat apapun kita melemparnya.
Hal inilah yang menjadi lahan bisnis bagi masyarakat sekitar, batu2 mereka jual kepada wisatawan yang berminat untuk mencoba melempar.
Subscribe to:
Posts (Atom)