Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka waktu itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dengan keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kau pun bukanlah lelaki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan bersatu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi ‘kita’..
Padamu yang Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yang lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tetapi jangan pula membiarkanku begitu saja, kerana akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah. .
Tenangkan aku dengan genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dengan bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..
Padamu yang Allah tetapkan sebagai pelindungku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata – kata mu adalah titah untukku,
Selama tidak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah pelindung yang indah, yang kukuh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nanti merasa nyaman dan aman di dalamnya..
Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridhalah padaku,
Sungguh Ridhamu adalah Ridha Illahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke SyurgaNya..
Karena bagiku kau adalah kunci Syurgaku..
diambil dan diedit dari:
Sumber: Ketika Allah Memilihmu Untukku.. | Paradigma MUKMIN http://akuislam.com/blog/renungan/ketika-allah-memilihmu-untukku/#ixzz1QEujORIY
Showing posts with label wise words. Show all posts
Showing posts with label wise words. Show all posts
Saturday, June 25, 2011
Tuesday, April 26, 2011
Bila belum siap... cintai ia dalam diam
Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...
ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah
karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?
dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...
jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...
NB. Postingan temannya Aldiansyah
(Share by: Arytha Rusianty)
diambil dari notes christina kwok
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...
ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah
karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?
dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...
jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...
NB. Postingan temannya Aldiansyah
(Share by: Arytha Rusianty)
diambil dari notes christina kwok
Tuesday, April 12, 2011
arti sebuah komitmen
--Taken from my friend's note who has given permission-- :)
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami menerima istrinya dengan
segala kekurangan dan kelemahannya tanpa menghakimi. Bersyukur ketika
istrinya tampil menawan, dan sama bersyukurnya ketika sang istri mengenakan
daster dengan wajah berminyak tanpa make-up. Bersyukur ketika bentuk tubuh
sang istri berubah setelah melahirkan, dan tetap mengecupnya sayang sambil
bilang, "Kamu cantik."
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami tidak membongkar
kelemahan istrinya pada orang lain. Sebaliknya, menutupi rapat-rapat setiap
kekurangan itu dan dengan bangga bertutur bahwa sang istri adalah anugerah
terindah yang pernah hadir dalam hidupnya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri menunggui suaminya pulang
hingga larut malam, membuatkan teh hangat dan makanan panas, dan tetap
terbangun untuk menemani sang suami bersantap serta mendengarkan
cerita-ceritanya yang membosankan di kantor.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri bertahan ketika suaminya
jatuh sakit, dan dengan sukacita merawatnya setiap hari. Menghiburnya,
menemaninya, menyuapinya, memandikannya, membersihkan kotorannya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri terus mendampingi
suaminya tanpa mengeluh atau mengomel. Sebaliknya, dengan setia tetap
mendukung dan menyemangati meski sang suami pulang ke rumah dengan tangan
kosong, tanpa sepeser uang pun.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat sepasang suami istri memutuskan untuk
terus mengikatkan diri dalam pernikahan, dengan tulus dan sukacita, meskipun
salah satu dari mereka tidak bisa memberikan anak.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat putra pelaku kriminal berkata kepada
Ayahnya, "Saya percaya pada Papa.. Papa tetap yang terbaik."
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang yang bergelar S3 dengan
jabatan direktur perusahaan multinasional pulang ke rumah orangtuanya,
mencium mereka dengan hormat, serta memanggil mereka 'Ayah' dan 'Ibu'.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ayah menerima kembali anaknya
yang telah menyakiti dan meninggalkannya begitu rupa dengan tangan terbuka,
memeluknya dan melupakan semua kesalahan yang pernah dilakukan si anak
terhadapnya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ibu mengelus sayang anak yang
pernah mencacinya, dan tetap mencintainya tanpa syarat.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang mengulurkan tangan kepada
sahabatnya yang terjerembab, menariknya berdiri dan membantunya berjalan
tanpa mengatakan, "Tuh, apa kubilang! Makanya."
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang pekerja menyelesaikan tanggung
jawabnya dengan baik, sekalipun tugas itu amat berat dan upah yang diperoleh
tidak sepadan.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad
demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir
dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan
tujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya.
Komitmen adalah sesuatu yg membuat seseorang rela meninggalkan segala
sesuatu yg berharga demi memenuhi panggilan hidupnya, walau harga yg hrs
dibayar tidak sedikit dan medan yg ditempuh tidak ringan.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan
konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh
rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya,
meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan
jaminan olehnya.
Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan
dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan
maupun keterbatasan lahiriah. karena ketika kita berani mengikatkan diri
dalam sebuah komitmen, kita telah 'mati' terhadap kepentingan diri sendiri..
Izinkan saya menyimpulkan tulisan ini dengan kalimat seorang perempuan bijak
yang saya temukan beberapa waktu lalu: "In the final analysis, commitment
means: 'Here I am. You can count on me. I won't fail you.'"
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami menerima istrinya dengan
segala kekurangan dan kelemahannya tanpa menghakimi. Bersyukur ketika
istrinya tampil menawan, dan sama bersyukurnya ketika sang istri mengenakan
daster dengan wajah berminyak tanpa make-up. Bersyukur ketika bentuk tubuh
sang istri berubah setelah melahirkan, dan tetap mengecupnya sayang sambil
bilang, "Kamu cantik."
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami tidak membongkar
kelemahan istrinya pada orang lain. Sebaliknya, menutupi rapat-rapat setiap
kekurangan itu dan dengan bangga bertutur bahwa sang istri adalah anugerah
terindah yang pernah hadir dalam hidupnya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri menunggui suaminya pulang
hingga larut malam, membuatkan teh hangat dan makanan panas, dan tetap
terbangun untuk menemani sang suami bersantap serta mendengarkan
cerita-ceritanya yang membosankan di kantor.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri bertahan ketika suaminya
jatuh sakit, dan dengan sukacita merawatnya setiap hari. Menghiburnya,
menemaninya, menyuapinya, memandikannya, membersihkan kotorannya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri terus mendampingi
suaminya tanpa mengeluh atau mengomel. Sebaliknya, dengan setia tetap
mendukung dan menyemangati meski sang suami pulang ke rumah dengan tangan
kosong, tanpa sepeser uang pun.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat sepasang suami istri memutuskan untuk
terus mengikatkan diri dalam pernikahan, dengan tulus dan sukacita, meskipun
salah satu dari mereka tidak bisa memberikan anak.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat putra pelaku kriminal berkata kepada
Ayahnya, "Saya percaya pada Papa.. Papa tetap yang terbaik."
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang yang bergelar S3 dengan
jabatan direktur perusahaan multinasional pulang ke rumah orangtuanya,
mencium mereka dengan hormat, serta memanggil mereka 'Ayah' dan 'Ibu'.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ayah menerima kembali anaknya
yang telah menyakiti dan meninggalkannya begitu rupa dengan tangan terbuka,
memeluknya dan melupakan semua kesalahan yang pernah dilakukan si anak
terhadapnya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ibu mengelus sayang anak yang
pernah mencacinya, dan tetap mencintainya tanpa syarat.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang mengulurkan tangan kepada
sahabatnya yang terjerembab, menariknya berdiri dan membantunya berjalan
tanpa mengatakan, "Tuh, apa kubilang! Makanya."
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang pekerja menyelesaikan tanggung
jawabnya dengan baik, sekalipun tugas itu amat berat dan upah yang diperoleh
tidak sepadan.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad
demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir
dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan
tujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya.
Komitmen adalah sesuatu yg membuat seseorang rela meninggalkan segala
sesuatu yg berharga demi memenuhi panggilan hidupnya, walau harga yg hrs
dibayar tidak sedikit dan medan yg ditempuh tidak ringan.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan
konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh
rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya,
meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan
jaminan olehnya.
Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan
dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan
maupun keterbatasan lahiriah. karena ketika kita berani mengikatkan diri
dalam sebuah komitmen, kita telah 'mati' terhadap kepentingan diri sendiri..
Izinkan saya menyimpulkan tulisan ini dengan kalimat seorang perempuan bijak
yang saya temukan beberapa waktu lalu: "In the final analysis, commitment
means: 'Here I am. You can count on me. I won't fail you.'"
Wednesday, February 16, 2011
dont worry about being broken
Friday, January 14, 2011
and the sun is shine again
Sunday, February 14, 2010
sedikit falsafah hidup...
anakku, ingatlah..
-- hanya orang2 yg suka ber-lebih2anlah yg punya sepatu/sandal mahal, apalagi malah mengkoleksinya... karena ketahuilah, saat kalian sedang ramai berpesta, berlalu-lalang di mall, di lobby2 gedung, kurang dari 1% orang yg sempat melirik kaki kalian.. coba buktikan datang ke sebuah acara ramai.. bahkan tdk ada yg nyadar kalau engkau datang cuma nyeker...
-- bahkan motivator paling ulung, group band paling ngetop, orator kelas berat, pernah (dan lumrah saja masih sering) grogi saat tampil di depan umum... jadi santai sajalah, tdk usah cemas... jgn lupa baca bismillah...
-- hidup ini adalah ujian... kenapa begitu? karena meski kita semua tahu ujian itu berat dan menyebalkan... orang2 tetap saja sibuk membuat UTS, UAS, ujian nasional, ujian cawu-an, ujian les, dsbgnya...
-- kalau kau ingin mengenali karakter orang dgn cepat dan tepat, perhatikan saja saat ada kejadian yg membuat panik, kaget, atau menakutkan tiba2... dengarkanlah kata yg diucapkannya... perhatikanlah ekspresi wajahnya...
-- kalau kau ingin tahu seberapa taat seseorang dgn sunnah Rasul... maka perhatikan ketika ia berwudhu... seberapa besar ia membuka keran air...
-- anakku, salah-satu syarat mutlak agar kau bahagia adalah: kau bahagia dan (memang) berbahagia melihat orang lain (teman, saudara, bahkan musuh) hidup lebih beruntung.
-- cinta sejati tdk pernah datang dari satu-dua kejadian... satu-dua kalimat... cinta sejati adalah konsistensi dan komitmen panjang... dan kau tahu, sayang... ibu adalah cinta sejati-mu (maka berhentilah meng-gombal-i anak gadis orang).
-- kelak jika kau sudah besar, kau boleh saja tdk suka, melawan, atau bahkan bertengkar dengan papa... tapi jangan sekali-kali... jangan pernah sekali2 kau bilang 'ah' pada ibu-mu...
-- jangan habiskan waktu untuk berdebat, sedikitlah bicara.. ahiya, karena besok saat kau besar dunia sudah banyak berubah, jgn habiskan waktumu utk 'menulis' mendebat sesuatu..
-- kalau kau ingin kaya, jadilah pedagang... jgn pernah jadi PNS, pejabat, guru, hakim, polisi, dsbgnya... itu tdk akan pernah membuat kau kaya... hanya koruptor2lah, pencuri uang yg kaya dgn profesi PNS!!!
-- kalau kau ingin hidup tenteram, tenang, maka jadilah petani (sebenar2nya petani)...
-- berpetualanglah melihat dunia... meski hanya ke kampung sebelah, meski sempat ke kota sekitaran, itu sudah awal yg baik untuk mengenal kehidupan orang lain... dgn berpetualang, kau akan semakin dewasa.. dan jelas, papa tdk bisa menceritakan lbh banyak soal dataran tibet sana dibanding kau melihatnya sendiri...
-tere liye darwis-
-- hanya orang2 yg suka ber-lebih2anlah yg punya sepatu/sandal mahal, apalagi malah mengkoleksinya... karena ketahuilah, saat kalian sedang ramai berpesta, berlalu-lalang di mall, di lobby2 gedung, kurang dari 1% orang yg sempat melirik kaki kalian.. coba buktikan datang ke sebuah acara ramai.. bahkan tdk ada yg nyadar kalau engkau datang cuma nyeker...
-- bahkan motivator paling ulung, group band paling ngetop, orator kelas berat, pernah (dan lumrah saja masih sering) grogi saat tampil di depan umum... jadi santai sajalah, tdk usah cemas... jgn lupa baca bismillah...
-- hidup ini adalah ujian... kenapa begitu? karena meski kita semua tahu ujian itu berat dan menyebalkan... orang2 tetap saja sibuk membuat UTS, UAS, ujian nasional, ujian cawu-an, ujian les, dsbgnya...
-- kalau kau ingin mengenali karakter orang dgn cepat dan tepat, perhatikan saja saat ada kejadian yg membuat panik, kaget, atau menakutkan tiba2... dengarkanlah kata yg diucapkannya... perhatikanlah ekspresi wajahnya...
-- kalau kau ingin tahu seberapa taat seseorang dgn sunnah Rasul... maka perhatikan ketika ia berwudhu... seberapa besar ia membuka keran air...
-- anakku, salah-satu syarat mutlak agar kau bahagia adalah: kau bahagia dan (memang) berbahagia melihat orang lain (teman, saudara, bahkan musuh) hidup lebih beruntung.
-- cinta sejati tdk pernah datang dari satu-dua kejadian... satu-dua kalimat... cinta sejati adalah konsistensi dan komitmen panjang... dan kau tahu, sayang... ibu adalah cinta sejati-mu (maka berhentilah meng-gombal-i anak gadis orang).
-- kelak jika kau sudah besar, kau boleh saja tdk suka, melawan, atau bahkan bertengkar dengan papa... tapi jangan sekali-kali... jangan pernah sekali2 kau bilang 'ah' pada ibu-mu...
-- jangan habiskan waktu untuk berdebat, sedikitlah bicara.. ahiya, karena besok saat kau besar dunia sudah banyak berubah, jgn habiskan waktumu utk 'menulis' mendebat sesuatu..
-- kalau kau ingin kaya, jadilah pedagang... jgn pernah jadi PNS, pejabat, guru, hakim, polisi, dsbgnya... itu tdk akan pernah membuat kau kaya... hanya koruptor2lah, pencuri uang yg kaya dgn profesi PNS!!!
-- kalau kau ingin hidup tenteram, tenang, maka jadilah petani (sebenar2nya petani)...
-- berpetualanglah melihat dunia... meski hanya ke kampung sebelah, meski sempat ke kota sekitaran, itu sudah awal yg baik untuk mengenal kehidupan orang lain... dgn berpetualang, kau akan semakin dewasa.. dan jelas, papa tdk bisa menceritakan lbh banyak soal dataran tibet sana dibanding kau melihatnya sendiri...
-tere liye darwis-
Subscribe to:
Comments (Atom)

