Trip kali ini terbilang nekad.. Karena tanpa perencanaan dan jg alokasi dana yang ala kadarnya.
Juga karena hanya berdua saja dengan teman sy ke negara yang lumayan jauh dan pertama kali didatangi.
Kami berangkat menggunakan tiket promo air asia yang dibeli setahun yg lalu. Jadwal penerbangan pukul 11 pagi dan diperkirakan sampai macau jam 7 malam via transit di KL.
Kebiasaan saya jika bepergian menggunakan pesawat, adalah utk berangkat 3jam sebelum waktu penerbangan (utk antisipasi macet jkt). Sampailah sy di bandara pukul 9.30, pas sekali waktunya utk cek in.. Ternyata sy sdh di cek-inkan oleh tmn sy, dan dia mnertawai sy yg dtg terlalu awal. Akhirnya sy menunggunya sampai jam 10.30... Belum dtg jg... 15 menit kemudian blm dtg jg... Serangan panik datang, karena 15' lg pswt akan terbang tp teman sy blm dtg jg... Akhirnya pukul 10.55 tmn sy dtg jg. And guess what? Kami tdk dapat masuk kedalam pesawat, karena sdh closed gate.. Eaaaaa
Kamipun tertahan di imigrasi karena kami sudah mendaftar masuk dan akhirnya harus keluar lagi karena tidak jadi terbang.... Teman sayapun merasa bersalah, karena dia terlambat, maka kami tidak bisa pergi ke macau....
Tapi de show must go on, kami sudah membayar hotel utk di hongkong dan juga sdh koar2 ke teman2 bhw akan ke macau-hk.. Maka apa jadinya kalau ga jadi?? Maluu....
Kami memutar kepala dan mencari jalan keluar agar bisa tetap lanjut ke Macau. Kami telepon travel, kenalan, siapapun yang bisa menolong untuk mencarikan penerbangan ke KL. Hasilnya NIHIL, karena jadwalnya sudah mepet, jadi travel ataupun kenalan kami yg lainnya tidak ada yg bisa menolong.
Kamipun memutuskan untuk ke counter airasia yg di bandara untuk mencarikan penerbangan ke KL terdekat. Petugasnya memberitahukan bahwa hampir mustahil untuk kami dapat terbang ke macau walau naik penerbanan ke KL terdekat....
Dengan modal nekad, akhirnya kami membeli tiket penerbangan berikutnya ke KL dengan harapan pesawat ke macau dapat terkejar di KL. Bismillah.... kami membeli tiket ke KL (walau rugi karena harganya jauh lebih mahal dengan tiket promo kami), dengan konsekuensi klo tdk terkejar pswt ke macau, maka kami akan berlibur di KL saja.
Sesampainya di bandara KL, kami langsung menuju imigrasi dan segera ke terminal transit. Alhamdulillah sesampainya di terminal transit, terdengar pengumuman bahwa gate untuk ke macau sudah dibuka..... haaah... lemas rasanya itu tungkai kaki... lega rasanya karena pesawat kami ke macau masih terkejar....
jd kesimpulannya adalah: jangan terlalu santai klo mo ke bandara, ambillah jarak waktu sebelum penerbangan dengan waktu berangkat dari rumah, coz ini Jakarta bung!!
Showing posts with label backpack. Show all posts
Showing posts with label backpack. Show all posts
Thursday, October 17, 2013
Saturday, May 7, 2011
behind the scene of a trip to peucang island
Pernah lihat artikel disuatu majalah ttg suatu tempat, dan langsung ingin segera ketempat itu?
Kejadian itu persis seperti yg saya alami. Ketika dipesawat balik dari makassar, tak sengaja terbaca artikel tentang pulau peucang di ujung kulon. Di artikel itu diceritakan tentang bagaimana alaminya alam ujung kulon dan satwa2 liar yang ada disana.
Ya artikel itu membuatku takjub dan ingin segera menginjakkan kaki ke pulau peucang. Akhirnya setelah mengumpulkan data tentang pulau peucang, akhirnya diketahui bahwa untuk ke pulau peucang harus menggunakan perahu yang cukup lumayan mahal sewanya, dua juta saja sehari $_$ dengan kapasitas kapal 20 orang untuk satu perahu.
Jadi untuk menghemat biaya, maka jumlah orang yg ikut trip minimal 15 orang, juga untuk mengangkut orang sebanyak itu dari jakarta, tidaklah mungkin kalau harus mengeteng angkot ke ujung kulon.
Maka saya ajaklah teman saya yg aktif di salah satu komunitas backpacker, dengan harapan pastinya dia banyak link untuk sewa mobil, dan pastinya punya banyak teman yang berminat ikut trip ini.
Akhirnya setelah trip ini, dalam waktu tiga hari jumlah peserta yg terkumpul sudah 40 orang... Awalnya tidak menyangka bahwa akan banyak peminat, karena medan yang akan ditempuh lumayan berat, juga akan sangat menantang..
Beratnya medan yang akan ditempuh, juga banyaknya peserta yang ikut... membuat banyak hal yang harus disiapkan.. juga sebagai panitia, agak lebih bawel dengan memberikan pengumuman ini-itu tentang trip tersebut, semuanya dilakukan agar berjalan lancar.
Walau banyak pengumuman dan pemberitahuan mengenai trip ini, tapi banyak jg peserta yang tidak mau membacanya, sehingga hampir setiap hari ada saja yg bertanya tentang hal2 yang hampir sama..Cukup menyita waktu juga.. tapi tidak apalah, dibandingkan dengan peserta yang berburuk sangka menganggap kami pihak panita mengambil untung dan tidak profesional..
tentu saja hal itu membuat gondok, karena panitianya kami tidak profit oriented, dan juga bukan event organizer, hanya sekumpulan orang yg ingin jalan2 dan mengajak teman lainnya, juga sharing cost! walau kesal, tapi kami berusaha sebaik mungkin meng-arrange trip ini agar berjalan lancar. Agak kesal sebenarnya, karena hampir setiap hari selalu komplain. Untung saja komplain nya lewat YM, coba kalau langsung.... *bisa keluar tanduk asli
Beberapa hari sebelum hari H, ternyata pihak yang kami percayai untuk mengurus bis, tidak bisa dihubungi... semakin paniklah kami, karena bisnya sudah kami bayar lunas, dan pastinya kalau sampai harus menyewa bis lagi, hilanglah uang yg sudah kami bayar.
Untuk berjaga-jaga kamipun menyewa bis baru lagi, dengan membayar DP sejumlah tertentu, agar kalau bis pertama yg sudah lunas tidak bisa dihubungi, kami masih bisa berangkat sesuai jadwal.
Saat keberangkatan akhirnya tiba. Sesuai rencana awal, meeting point di slipi jaya pukul 19.00 daaaaaan... kami berangkat pukul 22.00 *ngaret parah
dengan menggunakan bus ngeteng ke serang dan dalam keadaan macet parah (saat itu akan long weekend) dan bus yang penuh, terpaksalah kami harus berdiri lama sampai akhirnya harus menunggu penumpang satu persatu turun hingga akhirnya mendapat duduk.
Tiba di serang pukul 01.00, kami lanjut dengan bis yang sudah kami sewa.. setelah melalui perjalanan yang lumayan rusak dan berkelok2, tibalah kami di desa sumur pukul 05.00 pagi.
Rencana awal, kami akan menyeberang ke peucang dari desa taman jaya. Tapi karena taman jaya itu jauh, dan jalannya rusak berat, tidak mungkin bisa dilewati bus kecil, maka kami menyeberang dari desa sumur.
Karena perubahan tempat menyeberang, perahu yg kami pesan jadi mundur jam keberangkatannya menjadi jam 8 pagi. Akhirnya kamipun harus menunggu dari jam 5 sampai jam 8 didesa sumur.
Awalnya peserta senang-senang saja dan berfoto2 sunrise dipinggir pantai. Tiga jam kemudiaan.... #kriiiiik
perahu yg kami pesan memiliki masalah teknis, daaaaaan akhirnya terlambat datang. Karena melihat wajah peserta yang sudah mulai suntuk, berkali2 telepon (baca: marah2) kepihak penyedia perahu... daaan akhirnya perahu datang jam 10 pagi --""""""
Ditengah penyeberangan, ternyata salah satu perahu mengalami kerusakan (kami menyewa dua perahu), alhasil satu perahu harus menarik perahu yg mogok itu... jadinya? yaa perjalanan molor hingga 4 jam, dari waktu normal 3 jam -__-
Sampai di peucang, sempat takjub sebentar dengan keindahan lautnya... gradasi hijau toska dan biru, hewan2 liar yg berlalu-lalang... Kekaguman yang tidak berlangsung lama, karena harus mengurus ini-itu di kantor TNUK. Untung saat itu ada teman yg dari dept. Kehutanan, sehingga kami diperlakukan dengan sangat baik dari taman TNUK.
Berkat teman sy itu jugalah, kami mendapat tambahan kamar. Tadinya kami hanya disediakan 3 kamar utk 36 orang.... (OMG!!). Akhirnya semua peserta dapat tertampung dikamar walau harus berhimpit2an.
Walau terlambat sampai di peucang, namun trip harus tetap berjalan sesuai iten. Hari pertama kami rencanakan untuk ke karang copong. Sebelum ke karang copong, kamipun meminta ijin ke pihak TNUK. Saat disana, kami dikagetkan lagi, karena harus membayar biaya tambat perahu, biaya masuk TNUK, dan biaya masuk masing2 objek wisata... Yang membuat kaget adalah, kami menganggap sudah membayar itu semua dengan pihak yang kami percayakan dengan perahu... ternyata semua itu belum dibayar $_$
Dan ternyata, utk masing2 objek wisata yg kami masuki, kami mendapatkan satu orang ranger utk menemani.Padahaaal kami juga sudah membayar orang utk guide kami selama di peucang kepada pihak yg kami percayakan perahu tadi -__-
Setelah membayar semuanya, dengan kepala pusing dan khawatir akan kekurangan dana, kamipun tetap pergi menerobos hutan untuk ke karang copong. Selama perjalanan, hutan yg alami, rusa yg berkeliaran, debur ombak yg berderu2, karang2 yg bermunculan saat surut... tak mampu menghilangkan penat di kepala, jujur baru kali ini tidak bisa menikmati trip, padahal pemandangannya indaaah....
Balik ke penginapan, kembali dipusingkan dengan keluhan ibu2 tukang masak. "utk 36 orang, bahan2 seginimah kurang neng, lauknya jg ga ada, ibu bingung mo masak apa"...
owh, rasanya saat itu kepala pusing tujuh keliling... My GOD!!! saya mo liburan, bukan cari pusing kya gini!!!
Besok paginya, sesuai rencana, kami pergi ke cidaon untuk melihat banteng liar. Kami sampai sekitar pukul 9 pagi. Sampai disana, kami disajikan pemandangan padang rumput yg luaaaas dan banyaknya ranjau darat (baca: pupup banteng) tapiiiii 0 banteng --"
ternyata kalau ingin melihat banteng, harus dibawah jam 8 pagi atau diatas jam 3 sore. Akhirnya walau tidak bisa melihat banteng liar, tapi kami masih bisa berfoto2 dipadang rumput.
Sesudah itu, kami snorkeling di citerjun.. Walau airnya jernih, tapi ikannya sedikit dan banyak terumbu karang yg sudah mati. Usut punya usut, perairan tersebut rusak oleh nelayan yg suka menggunakan pukat. Tapi sekarang hal tersebut sudah tidak ada lagi, karena hal tersebut sudah dilarang, dan masyarakat sudah lebih sadar akan pentingnya terumbu karang.
Puas snorkeling, kamipun kembali ke peucang utk makan siang. Makan siang yg lumayan enak, karena lauknya ikan(ikan yg kami beli dari nelayan dan harus mengeluarkan uang lagi). Rencana awal, adalah kami akan menghabiskan waktu saja di peucang karena sudah tidak ada budget utk ke tanjung layar. Namun dipikir2 karena sudah jauh2 ke peucang namun tidak ke tj. layar, sayang sekali. AKhirnya kamipun patungan utk ke tanjung layar.
Sampai di tanjung layar, kami harus naik sampan kecil utk menuju pulau. Melalui hutan yg lebat dan jalan setapak yg lumayan jauh (baca: sangat jauh). AKhirnya kami sampai di mercusuar tanjung layar. Ternyata mercusuar di pulau itu ada dua, satu yg baru dan satu yg lama peninggalan belanda. Pemandangan yg bagus tentunya di mercusuar yg lama, tapii untuk kesana, harus trekking lebih jauh lagi.. --"
Akhirnya hari terakhir tiba, kamipun check out dan siap2 pulang pagi hari, karena tidak ingin kemalaman dijalan. Daaaan perjalanan pulang pun sama saja dengan berangkat. PErahunya tiba2 mogok ditengah jalan --"
Sampai di desa sumur, kami dikagetkan lagi, ternyata perahu kecil yg kami gunakan utk mengangkut dari perahu ke desa sumur blum dibayar... OMG!!! not again!
dana sudah pas2an utk sewa bus!
akhirnya kami menelpon (baca: marah2) ke pihak yg kami percayakan utk mengurus perahu, namun tidak ada solusi dari dia, hanya minta maaf.(aargh!)
Akhirnya kamipun membayar perahu tersebut karena kasihan kepada bapak penarik perahunya.
Dan keajaiban pun terjadi, ketika di bis menghitung2 sisa dana yg ada. Ternyata dana yg ada masih berlebih... tidak tahu bagaimana hal itu terjadi, tapi itu merupakan berita gembira selama tiga hari tersebut.... Akhirnya dana berlebih itu kami kembalikan ke peserta. Melihat tawa gembira para peserta, hati saya pun gembira (terharu..)
informasi:
Untuk trip ini, sy mendapatkan nomor kontak dari milis, hampir semua tulisan di milis maupun di blog2 yg membahas peucang selalu menyebutkan Bpk Kom*r, sayapun mengontak dia dan mempercayakan semuanya kepada dia, mulai dari perahu, belanja bahan makanan, dan penginapan. Ternyata mulai dari perahu telat berjam-jam, perahu kecil utk menyeberang ke perahu besar blum dibayarnya, harga bahan makanan yg di mark-up gila2an, jumlah kamar yg tidak sesuai dengan yg dijanjikan, dan banyak hal mengecewakan lainnya yg membuat stress... saya rekomendasikan jangan menggunakan dia lagi kepada siapa saja yg mo ke peucang.
nb: baru kali ini jg saya trip, dan tidak mengambil satupun foto... --"""
dan karena trip ini pula, mungkin beberapa bulan ke depan saya tidak akan ber-backpack ria... mungkin berjalan2 yg lebih nyaman dan mengeluarkan sedikit uang lebih ^^
Kejadian itu persis seperti yg saya alami. Ketika dipesawat balik dari makassar, tak sengaja terbaca artikel tentang pulau peucang di ujung kulon. Di artikel itu diceritakan tentang bagaimana alaminya alam ujung kulon dan satwa2 liar yang ada disana.
Ya artikel itu membuatku takjub dan ingin segera menginjakkan kaki ke pulau peucang. Akhirnya setelah mengumpulkan data tentang pulau peucang, akhirnya diketahui bahwa untuk ke pulau peucang harus menggunakan perahu yang cukup lumayan mahal sewanya, dua juta saja sehari $_$ dengan kapasitas kapal 20 orang untuk satu perahu.
Jadi untuk menghemat biaya, maka jumlah orang yg ikut trip minimal 15 orang, juga untuk mengangkut orang sebanyak itu dari jakarta, tidaklah mungkin kalau harus mengeteng angkot ke ujung kulon.
Maka saya ajaklah teman saya yg aktif di salah satu komunitas backpacker, dengan harapan pastinya dia banyak link untuk sewa mobil, dan pastinya punya banyak teman yang berminat ikut trip ini.
Akhirnya setelah trip ini, dalam waktu tiga hari jumlah peserta yg terkumpul sudah 40 orang... Awalnya tidak menyangka bahwa akan banyak peminat, karena medan yang akan ditempuh lumayan berat, juga akan sangat menantang..
Beratnya medan yang akan ditempuh, juga banyaknya peserta yang ikut... membuat banyak hal yang harus disiapkan.. juga sebagai panitia, agak lebih bawel dengan memberikan pengumuman ini-itu tentang trip tersebut, semuanya dilakukan agar berjalan lancar.
Walau banyak pengumuman dan pemberitahuan mengenai trip ini, tapi banyak jg peserta yang tidak mau membacanya, sehingga hampir setiap hari ada saja yg bertanya tentang hal2 yang hampir sama..Cukup menyita waktu juga.. tapi tidak apalah, dibandingkan dengan peserta yang berburuk sangka menganggap kami pihak panita mengambil untung dan tidak profesional..
tentu saja hal itu membuat gondok, karena panitianya kami tidak profit oriented, dan juga bukan event organizer, hanya sekumpulan orang yg ingin jalan2 dan mengajak teman lainnya, juga sharing cost! walau kesal, tapi kami berusaha sebaik mungkin meng-arrange trip ini agar berjalan lancar. Agak kesal sebenarnya, karena hampir setiap hari selalu komplain. Untung saja komplain nya lewat YM, coba kalau langsung.... *bisa keluar tanduk asli
Beberapa hari sebelum hari H, ternyata pihak yang kami percayai untuk mengurus bis, tidak bisa dihubungi... semakin paniklah kami, karena bisnya sudah kami bayar lunas, dan pastinya kalau sampai harus menyewa bis lagi, hilanglah uang yg sudah kami bayar.
Untuk berjaga-jaga kamipun menyewa bis baru lagi, dengan membayar DP sejumlah tertentu, agar kalau bis pertama yg sudah lunas tidak bisa dihubungi, kami masih bisa berangkat sesuai jadwal.
Saat keberangkatan akhirnya tiba. Sesuai rencana awal, meeting point di slipi jaya pukul 19.00 daaaaaan... kami berangkat pukul 22.00 *ngaret parah
dengan menggunakan bus ngeteng ke serang dan dalam keadaan macet parah (saat itu akan long weekend) dan bus yang penuh, terpaksalah kami harus berdiri lama sampai akhirnya harus menunggu penumpang satu persatu turun hingga akhirnya mendapat duduk.
Tiba di serang pukul 01.00, kami lanjut dengan bis yang sudah kami sewa.. setelah melalui perjalanan yang lumayan rusak dan berkelok2, tibalah kami di desa sumur pukul 05.00 pagi.
Rencana awal, kami akan menyeberang ke peucang dari desa taman jaya. Tapi karena taman jaya itu jauh, dan jalannya rusak berat, tidak mungkin bisa dilewati bus kecil, maka kami menyeberang dari desa sumur.
Karena perubahan tempat menyeberang, perahu yg kami pesan jadi mundur jam keberangkatannya menjadi jam 8 pagi. Akhirnya kamipun harus menunggu dari jam 5 sampai jam 8 didesa sumur.
Awalnya peserta senang-senang saja dan berfoto2 sunrise dipinggir pantai. Tiga jam kemudiaan.... #kriiiiik
perahu yg kami pesan memiliki masalah teknis, daaaaaan akhirnya terlambat datang. Karena melihat wajah peserta yang sudah mulai suntuk, berkali2 telepon (baca: marah2) kepihak penyedia perahu... daaan akhirnya perahu datang jam 10 pagi --""""""
Ditengah penyeberangan, ternyata salah satu perahu mengalami kerusakan (kami menyewa dua perahu), alhasil satu perahu harus menarik perahu yg mogok itu... jadinya? yaa perjalanan molor hingga 4 jam, dari waktu normal 3 jam -__-
Sampai di peucang, sempat takjub sebentar dengan keindahan lautnya... gradasi hijau toska dan biru, hewan2 liar yg berlalu-lalang... Kekaguman yang tidak berlangsung lama, karena harus mengurus ini-itu di kantor TNUK. Untung saat itu ada teman yg dari dept. Kehutanan, sehingga kami diperlakukan dengan sangat baik dari taman TNUK.
Berkat teman sy itu jugalah, kami mendapat tambahan kamar. Tadinya kami hanya disediakan 3 kamar utk 36 orang.... (OMG!!). Akhirnya semua peserta dapat tertampung dikamar walau harus berhimpit2an.
Walau terlambat sampai di peucang, namun trip harus tetap berjalan sesuai iten. Hari pertama kami rencanakan untuk ke karang copong. Sebelum ke karang copong, kamipun meminta ijin ke pihak TNUK. Saat disana, kami dikagetkan lagi, karena harus membayar biaya tambat perahu, biaya masuk TNUK, dan biaya masuk masing2 objek wisata... Yang membuat kaget adalah, kami menganggap sudah membayar itu semua dengan pihak yang kami percayakan dengan perahu... ternyata semua itu belum dibayar $_$
Dan ternyata, utk masing2 objek wisata yg kami masuki, kami mendapatkan satu orang ranger utk menemani.Padahaaal kami juga sudah membayar orang utk guide kami selama di peucang kepada pihak yg kami percayakan perahu tadi -__-
Setelah membayar semuanya, dengan kepala pusing dan khawatir akan kekurangan dana, kamipun tetap pergi menerobos hutan untuk ke karang copong. Selama perjalanan, hutan yg alami, rusa yg berkeliaran, debur ombak yg berderu2, karang2 yg bermunculan saat surut... tak mampu menghilangkan penat di kepala, jujur baru kali ini tidak bisa menikmati trip, padahal pemandangannya indaaah....
Balik ke penginapan, kembali dipusingkan dengan keluhan ibu2 tukang masak. "utk 36 orang, bahan2 seginimah kurang neng, lauknya jg ga ada, ibu bingung mo masak apa"...
owh, rasanya saat itu kepala pusing tujuh keliling... My GOD!!! saya mo liburan, bukan cari pusing kya gini!!!
Besok paginya, sesuai rencana, kami pergi ke cidaon untuk melihat banteng liar. Kami sampai sekitar pukul 9 pagi. Sampai disana, kami disajikan pemandangan padang rumput yg luaaaas dan banyaknya ranjau darat (baca: pupup banteng) tapiiiii 0 banteng --"
ternyata kalau ingin melihat banteng, harus dibawah jam 8 pagi atau diatas jam 3 sore. Akhirnya walau tidak bisa melihat banteng liar, tapi kami masih bisa berfoto2 dipadang rumput.
Sesudah itu, kami snorkeling di citerjun.. Walau airnya jernih, tapi ikannya sedikit dan banyak terumbu karang yg sudah mati. Usut punya usut, perairan tersebut rusak oleh nelayan yg suka menggunakan pukat. Tapi sekarang hal tersebut sudah tidak ada lagi, karena hal tersebut sudah dilarang, dan masyarakat sudah lebih sadar akan pentingnya terumbu karang.
Puas snorkeling, kamipun kembali ke peucang utk makan siang. Makan siang yg lumayan enak, karena lauknya ikan(ikan yg kami beli dari nelayan dan harus mengeluarkan uang lagi). Rencana awal, adalah kami akan menghabiskan waktu saja di peucang karena sudah tidak ada budget utk ke tanjung layar. Namun dipikir2 karena sudah jauh2 ke peucang namun tidak ke tj. layar, sayang sekali. AKhirnya kamipun patungan utk ke tanjung layar.
Sampai di tanjung layar, kami harus naik sampan kecil utk menuju pulau. Melalui hutan yg lebat dan jalan setapak yg lumayan jauh (baca: sangat jauh). AKhirnya kami sampai di mercusuar tanjung layar. Ternyata mercusuar di pulau itu ada dua, satu yg baru dan satu yg lama peninggalan belanda. Pemandangan yg bagus tentunya di mercusuar yg lama, tapii untuk kesana, harus trekking lebih jauh lagi.. --"
Akhirnya hari terakhir tiba, kamipun check out dan siap2 pulang pagi hari, karena tidak ingin kemalaman dijalan. Daaaan perjalanan pulang pun sama saja dengan berangkat. PErahunya tiba2 mogok ditengah jalan --"
Sampai di desa sumur, kami dikagetkan lagi, ternyata perahu kecil yg kami gunakan utk mengangkut dari perahu ke desa sumur blum dibayar... OMG!!! not again!
dana sudah pas2an utk sewa bus!
akhirnya kami menelpon (baca: marah2) ke pihak yg kami percayakan utk mengurus perahu, namun tidak ada solusi dari dia, hanya minta maaf.(aargh!)
Akhirnya kamipun membayar perahu tersebut karena kasihan kepada bapak penarik perahunya.
Dan keajaiban pun terjadi, ketika di bis menghitung2 sisa dana yg ada. Ternyata dana yg ada masih berlebih... tidak tahu bagaimana hal itu terjadi, tapi itu merupakan berita gembira selama tiga hari tersebut.... Akhirnya dana berlebih itu kami kembalikan ke peserta. Melihat tawa gembira para peserta, hati saya pun gembira (terharu..)
informasi:
Untuk trip ini, sy mendapatkan nomor kontak dari milis, hampir semua tulisan di milis maupun di blog2 yg membahas peucang selalu menyebutkan Bpk Kom*r, sayapun mengontak dia dan mempercayakan semuanya kepada dia, mulai dari perahu, belanja bahan makanan, dan penginapan. Ternyata mulai dari perahu telat berjam-jam, perahu kecil utk menyeberang ke perahu besar blum dibayarnya, harga bahan makanan yg di mark-up gila2an, jumlah kamar yg tidak sesuai dengan yg dijanjikan, dan banyak hal mengecewakan lainnya yg membuat stress... saya rekomendasikan jangan menggunakan dia lagi kepada siapa saja yg mo ke peucang.
nb: baru kali ini jg saya trip, dan tidak mengambil satupun foto... --"""
dan karena trip ini pula, mungkin beberapa bulan ke depan saya tidak akan ber-backpack ria... mungkin berjalan2 yg lebih nyaman dan mengeluarkan sedikit uang lebih ^^
Monday, March 7, 2011
a trip to makassar
Yup, akhirnya rencana perjalanan ke makassar terlaksana juga....
Walau dengan rencana yang kurang matang, dan jumlah peserta yang baru fix di detik2 terakhir, trip ini tetap dijalankan.
*karena sayang tiket pesawat yg udah terlanjur dibeli...
juga karena kebetulan ada teman yang bisa ditumpangi.. *lumayan hemat biaya penginapan :D
Perjalanan dimulai dengan meeting point di soetta jam 10 malam, karena penerbangan ke makassar jam 00.05 pagi... dengan mata terkantuk2 kami menempuh perjalanan malam menggunakan sriwijaya air..


Sampai di makassar dini hari, dengan mata lelah tetapi naluri narsis tidak bisa dihilangkan. Setelah berfoto2 di bandara yang saat itu sudah sepi, perjalanan dilanjutkan dengan naik taxi bandara yang sekalian jg kami tawar utk menjadi sarana angkutan kami untuk keliling makassar nantinya...
************************************************************************************
Day 1:
Bantimurung- goa leang2 -trans studio
Perjalanan ke bantimurung menggunakan angkot yang kami carter dari jalan, cukup 100rb saja dari pagi sampai sore...
Walau sepanjang perjalanan cuaca makassar panas, tapi sampai di bantimurung kami disambut dengan hawa yang sejuk dan full of butterfly berwarna-warni...

Ternyata di bantimurung sudah seperti waterpark... tapi alami, banyak anak2 dan orang dewasa yang bermain-main di sana menggunakan ban...


Rencana untuk ke goa leang2 urung dilaksanakan karena berkali2 tersasar dan juga waktu yang terbatas, akhirnya kamipun pulang dan malamnya dilanjutkan perjalanan ke trans studio.

Letak transtudio dekat dengan pantai losari, merupakan taman hiburan seperti dufan tapi didalam ruangan... dekorasinya bagus dan detail, tapi sayang wahananya masih terkesan tanggung, sehingga bagi orang yg senang dengan permainan mengadu nyali, rasanya seperti mainan anak2...
tapi semuanya terbayarkan dengan dekorasi transtudio yang baguuus...^^
************************************************************************************
Day 2
tana toraja: kuburan batu lemo, kuburan bayi kambira, kuburan goa alam londa
Perjalanan ke tana toraja ditempuh malam hari, sehingga kami sampai di tana toraja pada pagi hari. Sampai disana tentu saja yang kami dapati adalah wisata kubur... dengan banyak jenazah dikuburkan dibukit... ada juga yang didalam goa... creepy


Sayang kami tidak sempat ke kuburan bayi kambira, dimana jenazah bayi dikuburkan di pohon, karena waktu yang terbatas....
Tapi hal itu juga terbayarkan dengan mampir ke gunung noona yang indah...
Sebenarnya ke gunung noona tidak teragendakan dalam trip ini, tapi karena lelah dan sudah waktunya makan siang, kamipun mampir disebuah restoran pinggir bukit, dan tak disangka ternyata itu merupakan bukit noona yang sangat terkenal dengan keindahannya...

************************************************************************************
Day 3
Bulukumba, Tanjung Bira

Daaaaannnnn... Tanjung Bira... daerah yang selama dua tahun hanya bisa diimpikan... hanya bisa dibayangkan, akhirnya kesampaian juga untuk kesana ^^
disana kami menyewa kamar untuk bisa melepaskan lelah, cukup 100rb saja.. untuk penginapan, tidak usah khawatir, karena disepanjang pantai di tanjung bira banyak terdapat penginapan dengan harga bervariatif.
Tentunya kalau sudah ke tanjung bira, tidak lengkap rasanya kalau tidak menyeburkan diri ke perairannya yang jernih... Kamipun menyewa perahu sebesar 200rb...


************************************************************************************
Day 4
City tour: Fort rotterdam, pantai lossari, makam sultan hassanuddin, museum balalompa, hunting oleh2 di sumba opu





wisata budaya di balalompa (coba2 pakaian adat), wisata sejarah di fort rotterdam dan makam sultan hasanuddin...
icip2 pisang ijo di pantai losari, dan sholat dzuhur di masjid raya makassar... *lupa namanya :D
Lengkap sudah perjalanan di makassar :)
foto: ayi, kunti, rika, ridwan, alhamd, n me... thx 4 the pic ^^
Walau dengan rencana yang kurang matang, dan jumlah peserta yang baru fix di detik2 terakhir, trip ini tetap dijalankan.
*karena sayang tiket pesawat yg udah terlanjur dibeli...
juga karena kebetulan ada teman yang bisa ditumpangi.. *lumayan hemat biaya penginapan :D
Perjalanan dimulai dengan meeting point di soetta jam 10 malam, karena penerbangan ke makassar jam 00.05 pagi... dengan mata terkantuk2 kami menempuh perjalanan malam menggunakan sriwijaya air..
Sampai di makassar dini hari, dengan mata lelah tetapi naluri narsis tidak bisa dihilangkan. Setelah berfoto2 di bandara yang saat itu sudah sepi, perjalanan dilanjutkan dengan naik taxi bandara yang sekalian jg kami tawar utk menjadi sarana angkutan kami untuk keliling makassar nantinya...
************************************************************************************
Day 1:
Bantimurung- goa leang2 -trans studio
Perjalanan ke bantimurung menggunakan angkot yang kami carter dari jalan, cukup 100rb saja dari pagi sampai sore...
Walau sepanjang perjalanan cuaca makassar panas, tapi sampai di bantimurung kami disambut dengan hawa yang sejuk dan full of butterfly berwarna-warni...
Ternyata di bantimurung sudah seperti waterpark... tapi alami, banyak anak2 dan orang dewasa yang bermain-main di sana menggunakan ban...
Rencana untuk ke goa leang2 urung dilaksanakan karena berkali2 tersasar dan juga waktu yang terbatas, akhirnya kamipun pulang dan malamnya dilanjutkan perjalanan ke trans studio.
Letak transtudio dekat dengan pantai losari, merupakan taman hiburan seperti dufan tapi didalam ruangan... dekorasinya bagus dan detail, tapi sayang wahananya masih terkesan tanggung, sehingga bagi orang yg senang dengan permainan mengadu nyali, rasanya seperti mainan anak2...
tapi semuanya terbayarkan dengan dekorasi transtudio yang baguuus...^^
************************************************************************************
Day 2
tana toraja: kuburan batu lemo, kuburan bayi kambira, kuburan goa alam londa
Perjalanan ke tana toraja ditempuh malam hari, sehingga kami sampai di tana toraja pada pagi hari. Sampai disana tentu saja yang kami dapati adalah wisata kubur... dengan banyak jenazah dikuburkan dibukit... ada juga yang didalam goa... creepy
Sayang kami tidak sempat ke kuburan bayi kambira, dimana jenazah bayi dikuburkan di pohon, karena waktu yang terbatas....
Tapi hal itu juga terbayarkan dengan mampir ke gunung noona yang indah...
Sebenarnya ke gunung noona tidak teragendakan dalam trip ini, tapi karena lelah dan sudah waktunya makan siang, kamipun mampir disebuah restoran pinggir bukit, dan tak disangka ternyata itu merupakan bukit noona yang sangat terkenal dengan keindahannya...
************************************************************************************
Day 3
Bulukumba, Tanjung Bira
Daaaaannnnn... Tanjung Bira... daerah yang selama dua tahun hanya bisa diimpikan... hanya bisa dibayangkan, akhirnya kesampaian juga untuk kesana ^^
disana kami menyewa kamar untuk bisa melepaskan lelah, cukup 100rb saja.. untuk penginapan, tidak usah khawatir, karena disepanjang pantai di tanjung bira banyak terdapat penginapan dengan harga bervariatif.
Tentunya kalau sudah ke tanjung bira, tidak lengkap rasanya kalau tidak menyeburkan diri ke perairannya yang jernih... Kamipun menyewa perahu sebesar 200rb...
************************************************************************************
Day 4
City tour: Fort rotterdam, pantai lossari, makam sultan hassanuddin, museum balalompa, hunting oleh2 di sumba opu
wisata budaya di balalompa (coba2 pakaian adat), wisata sejarah di fort rotterdam dan makam sultan hasanuddin...
icip2 pisang ijo di pantai losari, dan sholat dzuhur di masjid raya makassar... *lupa namanya :D
Lengkap sudah perjalanan di makassar :)
foto: ayi, kunti, rika, ridwan, alhamd, n me... thx 4 the pic ^^
Sunday, February 6, 2011
my trip to lampung (part 2)
My next destination...
tentunya teluk kiluan, mumpung ada di lampung, sayang sekali rasanya kalau tidak ke kiluan...
Sebelumnya, sy mencari teman perjalanan di milis backpacker (IBP), beruntungnya ada yg berencana trip kiluan bertepatan dengan tanggal saya dilampung.
Beruntungnya lagi, ternyata tempat saya menginap, searah dengan jalan dari bakauheuni ke kiluan, sehingga sy tidak perlu jauh2 untuk bertemu dengan teman2... justru saya yang dijemput di penginapan... hehee.. im just lucky ^^
Perjalanan dari bandar lampung ke kiluan memakan waktu 5 jam, umm.. mungkin karena sebelumnya rombongan kami mampir di pantai klara (kelapa rapat), salah satu pantai wisata yg ada di lampung, beruntungnya kami karena masih pagi sehingga pantai masih sepi...

Setelah puas foto2, perjalanan pun dilanjutkan... semakin jauh perjalanan, semakin banyak ditemui rumah2 asli khas lampung... dan juga semakin rusak jalanan yg dilalui..
Semakin dekat dengan kiluan, semakin banyak pula ditemui rumah2 dengan dekorasi dan altar2 seperti di bali, bahkan kami menemui sebuah pura yang lumayan besar di perjalanan..
Untuk menuju ke kiluan sepertinya diperlukan mobil dengan kondisi prima, karena jalanannya curam dan banyak yang rusak. Bahkan kami harus melewati jembatan yang kondisinya sangat mengkhawatirkan untuk dilalui mobil... Saat baliknya, jembatan itu roboh dan untuk melewatinya kami harus memperbaikinya dulu..

Sampai dikiluan, perjalanan yg panjang itupun terbayarkan, sebuah teluk yang dikelilingi bukit2 hijau... degradasi warna laut dari hijau toska ke biru.. diiringi hembusan angin yang lembut.... mantabs...

setelah makan siang dan beberes, kamipun menuju pantai pasir putih yg ada dikiluan..
Sebelum berangkat, kami diingatkan oleh pemilik penginapan agar tidak berenang di pantai pasir putih, karena ombaknya yang besar dan laut nya yang berada di samudera lepas, sehingga membahayakan kalau berenang disana.
Setelah traking melalui hutan, kamipun sampai dipantai tersebut..
dan benar saja ombaknya besar sekali... walau ombak besar, tidak menghalangi kami untuk bermain2 dengan ombak dan bernarsis ria :D

Puas bermain ombak, sekembalinya ke penginapan, hasrat ingin renang pun tak tertampung... jadilah kami berenang di depan penginapan hingga fajar tenggelam...
dan saat sunset pun bisa dinikmati langsung dari penginapan...
Esok paginya... subuh lebih tepatnya, walau hujan badai.. matahari tak terlihat dilangit.. kami tetap melanjutkan perjalanan utk melihat lumba2... karena sayang sekali sudah jauh2 ke kiluan tp tdk melihat bintang utamanya... which is lumba2..
walau hati deg2an karena ombak besar, langit gelap, petir menyambar2, hujan menerpa... namun perjuangan bertemu lumba2 pantang surut...
Dalam hati tak pernah lepas berdoa untuk diberi keselamatan, karena memang saat itu suasana mencekam.....

Setelah kurang lebih satu jam berlalu, dan tampaknya perjalanan akan sia-sia....
ternyata yang ditunggu2 pun muncul juga... segerombolan lumba2 tepat didepan mata...
seakan menari2 dan mengatakan bahwa perjuangan kami tidak sia2 ^^
it was an amazing moment though...

setelah puas melihat lumba2... kamipun melanjutkan ke pulau kelapa untuk bersnorkeling dan bermain2 air ^^ Dan setelah itu balik ke penginapan...
Perjalanan pulang tak kalah menantangnya, karena jembatan yang kemarin kami lalui, sudah rubuh, dan untuk melaluinya, kami harus bergotong royong untuk memperbaikinya sebelum melalui jembatan tersebut...
Sampai di Bakauheuni sudah malam, dan terus terang saja itu merupakan pengalaman saya naik kapal verry.. rasanya? hmm... pusing..
Niatan awal ingin beristirahat di kapal tidak bisa terlaksana, karena kelas bisnis yang kami gunakan ternyata fullmusic... dangdut pula...dengan penyanyi yg lumayan bahenol...
alamak... suara musik yang keras dan penyanyi yang atraktif sangat mengganggu sekali dimalam itu.. Akhirnya daripada tambah pusing, kamipun menjelajah kapal dan berfoto2 dikapal hingga sampai ke merak...
well, thats all...
it was a fun trip afterall...
i met allot of new friend in lampung :D
tentunya teluk kiluan, mumpung ada di lampung, sayang sekali rasanya kalau tidak ke kiluan...
Sebelumnya, sy mencari teman perjalanan di milis backpacker (IBP), beruntungnya ada yg berencana trip kiluan bertepatan dengan tanggal saya dilampung.
Beruntungnya lagi, ternyata tempat saya menginap, searah dengan jalan dari bakauheuni ke kiluan, sehingga sy tidak perlu jauh2 untuk bertemu dengan teman2... justru saya yang dijemput di penginapan... hehee.. im just lucky ^^
Perjalanan dari bandar lampung ke kiluan memakan waktu 5 jam, umm.. mungkin karena sebelumnya rombongan kami mampir di pantai klara (kelapa rapat), salah satu pantai wisata yg ada di lampung, beruntungnya kami karena masih pagi sehingga pantai masih sepi...

Setelah puas foto2, perjalanan pun dilanjutkan... semakin jauh perjalanan, semakin banyak ditemui rumah2 asli khas lampung... dan juga semakin rusak jalanan yg dilalui..
Semakin dekat dengan kiluan, semakin banyak pula ditemui rumah2 dengan dekorasi dan altar2 seperti di bali, bahkan kami menemui sebuah pura yang lumayan besar di perjalanan..
Untuk menuju ke kiluan sepertinya diperlukan mobil dengan kondisi prima, karena jalanannya curam dan banyak yang rusak. Bahkan kami harus melewati jembatan yang kondisinya sangat mengkhawatirkan untuk dilalui mobil... Saat baliknya, jembatan itu roboh dan untuk melewatinya kami harus memperbaikinya dulu..

Sampai dikiluan, perjalanan yg panjang itupun terbayarkan, sebuah teluk yang dikelilingi bukit2 hijau... degradasi warna laut dari hijau toska ke biru.. diiringi hembusan angin yang lembut.... mantabs...

setelah makan siang dan beberes, kamipun menuju pantai pasir putih yg ada dikiluan..
Sebelum berangkat, kami diingatkan oleh pemilik penginapan agar tidak berenang di pantai pasir putih, karena ombaknya yang besar dan laut nya yang berada di samudera lepas, sehingga membahayakan kalau berenang disana.
Setelah traking melalui hutan, kamipun sampai dipantai tersebut..
dan benar saja ombaknya besar sekali... walau ombak besar, tidak menghalangi kami untuk bermain2 dengan ombak dan bernarsis ria :D

Puas bermain ombak, sekembalinya ke penginapan, hasrat ingin renang pun tak tertampung... jadilah kami berenang di depan penginapan hingga fajar tenggelam...
dan saat sunset pun bisa dinikmati langsung dari penginapan...
Esok paginya... subuh lebih tepatnya, walau hujan badai.. matahari tak terlihat dilangit.. kami tetap melanjutkan perjalanan utk melihat lumba2... karena sayang sekali sudah jauh2 ke kiluan tp tdk melihat bintang utamanya... which is lumba2..
walau hati deg2an karena ombak besar, langit gelap, petir menyambar2, hujan menerpa... namun perjuangan bertemu lumba2 pantang surut...
Dalam hati tak pernah lepas berdoa untuk diberi keselamatan, karena memang saat itu suasana mencekam.....

Setelah kurang lebih satu jam berlalu, dan tampaknya perjalanan akan sia-sia....
ternyata yang ditunggu2 pun muncul juga... segerombolan lumba2 tepat didepan mata...
seakan menari2 dan mengatakan bahwa perjuangan kami tidak sia2 ^^
it was an amazing moment though...

setelah puas melihat lumba2... kamipun melanjutkan ke pulau kelapa untuk bersnorkeling dan bermain2 air ^^ Dan setelah itu balik ke penginapan...
Perjalanan pulang tak kalah menantangnya, karena jembatan yang kemarin kami lalui, sudah rubuh, dan untuk melaluinya, kami harus bergotong royong untuk memperbaikinya sebelum melalui jembatan tersebut...
Sampai di Bakauheuni sudah malam, dan terus terang saja itu merupakan pengalaman saya naik kapal verry.. rasanya? hmm... pusing..
Niatan awal ingin beristirahat di kapal tidak bisa terlaksana, karena kelas bisnis yang kami gunakan ternyata fullmusic... dangdut pula...dengan penyanyi yg lumayan bahenol...
alamak... suara musik yang keras dan penyanyi yang atraktif sangat mengganggu sekali dimalam itu.. Akhirnya daripada tambah pusing, kamipun menjelajah kapal dan berfoto2 dikapal hingga sampai ke merak...
well, thats all...
it was a fun trip afterall...
i met allot of new friend in lampung :D
Sunday, January 23, 2011
arrange trip makassar

Berbekal sebuah peta, buku panduan wisata murah n petunjuk dari mbah google... tersusunlah sebuah itinerary ke makasar selama 4 hari untuk tanggal 11-14 Februari nanti.
Jujur baru kali ini dalam menyusun sebuah jadwal trip sampai membeli peta dan buku petunjuk wisata. Mungkin karena ini daerah wisata yang jauh di timur Indonesia, peserta trip yang sedikit (4 orang) which is perempuan semua, n ketidak tahuan tentang wilayah makassar, juga minimnya informasi tentang makassar, dan faktor terakhir yg paling penting : DANA yang terbatas!!! jadi harus disusun secara matang jadwalnya...
Bagaimana hasilnya??
we'll see @ 11th February ^^
nb: klo ada yg minat ikut, please send me a PM, especially for a man... we really need more companion for this trip :D
Saturday, January 1, 2011
citumang, green canyon, pangandaran
perjalanan kali ini dilakukan utk mengisi liburan natal yang lumayan panjang...
jadi dari pada manyun dirumah, lebih baik jalan-jalan :D
Setelah disusun rencana utk ke green canyon, terkumpullah delapan orang untuk berangkat. Namun apa dinyana, pada hari H yg ikut hanya 7 orang (nambah lagi deh budget utk patungan mobil).
Perjalanan dimulai dengan meeting point di kp.rambutan jam 7 dengan perhitungan akan naik bus ac yg jam 7. Tapi yg namanya jalanan jakarta klo besoknya mau libur.... maceet parah... rencana kumpul di kp. rambutan jam 7 pun sulit tercapai... Daaan satu jam kemudian.. terkumpulah semuanya, akhirnya kamipun naik bis terkhir ke pangandaran non ac (siap2 pake masker hidung, karena full asep rokok T_T)
Bus berangkat jam 9 malam, dan sampai di pangandaran jam 7 pagi. Sesampainya di terminal pangandaran, kami dijemput oleh supir mobil yang sudah kami carter dan lanjut mencari penginapan.
Penginapan yg didapat merupakan penginapan yg dikelola oleh penduduk sekitar, bentuknya seperti kos-kosan, permalam tarifnya Rp 140rb muat untuk 2-3 orang.
Kemudian kamipun berangkat ke citumang, sebelumnya kami sarapan diwarung sasak dipinggir jalan yg menunya makanan khas sunda. Walau penampilan warungnya tidak meyakinkan, tapi rasanya maksnyuss, harganya pun standar... tidak mahal dan tidak murah jg :D
Sesampainya di citumang, kamipun menyewa peralatan body rafting, seharga 15 rb perorang n dipandu seorang guide (exclude harga sewa tentunya). Untuk body rafting, kita harus menyusuri jalan dulu melewati hutan yg lumayan rimbun..
Sesampainya di spot, kami diterangi tentang prosedur keamanan oleh pemandu. N mulai masuk ke gua. disini kami ditantang oleh pemandu untuk loncat dari dinding goa setinggi 16 meter.. karena yg ikut rombongan ini kebanyakan ibu2, akhirnya yg berani loncat hanya dua orang... *saluuut

N baru tau ternyata itu lebih seru, lebih menantang nyali, n lebih menguras tenaga daripada rafting biasa...




Puas di citumang, dilanjutkan dengan istirahat dan sholat jumat... Ternyata masjid untuk sholat jumat dekat dengan tempat parkir... sehingga tidak sulit untuk sholat.
Kemudian dilanjutkan dengan makan siang di saung pinggir sawah, dengan menu seafood... mantabs..

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Green canyon. Di green canyon sudah ada tempat penyewaan perahu resmi, sehingga kita tidak harus tawar menawar lagi untuk menyewa perahu. Untuk mencapai tempat body rafting ke cukang taneuh, harus menggunakan perahu yang kapasitas maksimalnya 6 orang. Jadi kalau rombongan anda kurang dari 6 orang, maka harus berbesar hati untuk share perahu.
Di green canyon body raftingnya ternyata lebih berat dari citumang. Bagaimana tidak, diawal2 sesi, kita harus meniti seutas tali dengan melawan arus sungai yang sangat deras...
Sesudah itu, harus wall climbing melawan arus, disinilah ujian fisik sangat terasa. Jari2 yang biasa hanya digunakan untuk menekan tuts komputer, sekarang harus menahan seluruh beban tubuh ditambah melawan derasnya arus sungai..
Tapi semua itu terbayar jika kita sudah sampai di tujuan... air terjun turun dari tebing2 sekitar dan sangat menyegarkan tubuh....
Untuk kembalinya?
tentunya kita harus loncat dan pasrah membiarkan tubuh terbawa arus yang sangat deras.. horor juga si, tapi seruuu !!
sayang sekali, disini tidak dapat mengambil foto, karena ke nunun-an saya yang membeli baterai ab* yang kalau dibuat foto langsung matii... alhasil tidak ada foto di green canyon T_T
Malamnya kamikembali ke penginapan, dan mencari makan di sekitar pangandaran. Kami memilih tempat makan lesehan yang sepertinya enak, karena penuh dengan pengunjung. Karena perut sangat lapar sesudah body rafting seharian, kamipun berharap akan mendapat makan enak....
ternyata.....
satu jam kemudian setelah memesan makanan....
makanan belum datang juga, satu persatu dari kami mulai keluar tanduknya...daaaannnnn
akhirnya makanan yang ditunggu datang juga...
rasanya???
superrrrrrrrrrr asin....
harganya???
mahal euy......
Setelah berusaha sekuat tenaga memasukkan makanan tersebut ke perut, akhirnya kami balik ke penginapan dengan hati dongkol, dan perut masih lapar...
Besok paginya, kami menelusuri pantai pangandaran yang saat itu sedang penuh2nya pengunjung.... tampilannya seperti ancol yang pindah ke pangandaran.... full of people!
Sarapan bubur ayam dipinggir pantai, dan lanjut ke cagar alam pangandaran, yg full of monkey... Dengan bernarsis ria... kami menyusuri cagar alam sambil mencari sudut yang bagus untuk diambil gambar :D
Siang harinya, kami pergi ke garut. Karena saat itu, sedang high season... perjalanan pangandaran-garut yang harusnya hanya 3 jam, menjadi 5 jam. Sampailah kami di garut malam2 dan harus naik elf yang penuh sesak untuk mencapai cipanas.
Kenapa kami ke cipanas? well, setelah body rafting, badan semua ngilu2 dan pegel2, jadilan kami ke cipanas untuk melemaskan otot2 yang tegang dengan berendam di air panas alami.
Besoknya kami pulang kembali ke jakarta, tak lupa membeli oleh2 khas garut.... cokodot... yeahh...
untuk foto2 ciamik tentang perjalanan ini, bisa dilihat DISINI
jadi dari pada manyun dirumah, lebih baik jalan-jalan :D
Setelah disusun rencana utk ke green canyon, terkumpullah delapan orang untuk berangkat. Namun apa dinyana, pada hari H yg ikut hanya 7 orang (nambah lagi deh budget utk patungan mobil).
Perjalanan dimulai dengan meeting point di kp.rambutan jam 7 dengan perhitungan akan naik bus ac yg jam 7. Tapi yg namanya jalanan jakarta klo besoknya mau libur.... maceet parah... rencana kumpul di kp. rambutan jam 7 pun sulit tercapai... Daaan satu jam kemudian.. terkumpulah semuanya, akhirnya kamipun naik bis terkhir ke pangandaran non ac (siap2 pake masker hidung, karena full asep rokok T_T)
Bus berangkat jam 9 malam, dan sampai di pangandaran jam 7 pagi. Sesampainya di terminal pangandaran, kami dijemput oleh supir mobil yang sudah kami carter dan lanjut mencari penginapan.
Penginapan yg didapat merupakan penginapan yg dikelola oleh penduduk sekitar, bentuknya seperti kos-kosan, permalam tarifnya Rp 140rb muat untuk 2-3 orang.
Kemudian kamipun berangkat ke citumang, sebelumnya kami sarapan diwarung sasak dipinggir jalan yg menunya makanan khas sunda. Walau penampilan warungnya tidak meyakinkan, tapi rasanya maksnyuss, harganya pun standar... tidak mahal dan tidak murah jg :D
Sesampainya di citumang, kamipun menyewa peralatan body rafting, seharga 15 rb perorang n dipandu seorang guide (exclude harga sewa tentunya). Untuk body rafting, kita harus menyusuri jalan dulu melewati hutan yg lumayan rimbun..
Sesampainya di spot, kami diterangi tentang prosedur keamanan oleh pemandu. N mulai masuk ke gua. disini kami ditantang oleh pemandu untuk loncat dari dinding goa setinggi 16 meter.. karena yg ikut rombongan ini kebanyakan ibu2, akhirnya yg berani loncat hanya dua orang... *saluuut
N baru tau ternyata itu lebih seru, lebih menantang nyali, n lebih menguras tenaga daripada rafting biasa...
Puas di citumang, dilanjutkan dengan istirahat dan sholat jumat... Ternyata masjid untuk sholat jumat dekat dengan tempat parkir... sehingga tidak sulit untuk sholat.
Kemudian dilanjutkan dengan makan siang di saung pinggir sawah, dengan menu seafood... mantabs..

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Green canyon. Di green canyon sudah ada tempat penyewaan perahu resmi, sehingga kita tidak harus tawar menawar lagi untuk menyewa perahu. Untuk mencapai tempat body rafting ke cukang taneuh, harus menggunakan perahu yang kapasitas maksimalnya 6 orang. Jadi kalau rombongan anda kurang dari 6 orang, maka harus berbesar hati untuk share perahu.
Di green canyon body raftingnya ternyata lebih berat dari citumang. Bagaimana tidak, diawal2 sesi, kita harus meniti seutas tali dengan melawan arus sungai yang sangat deras...
Sesudah itu, harus wall climbing melawan arus, disinilah ujian fisik sangat terasa. Jari2 yang biasa hanya digunakan untuk menekan tuts komputer, sekarang harus menahan seluruh beban tubuh ditambah melawan derasnya arus sungai..
Tapi semua itu terbayar jika kita sudah sampai di tujuan... air terjun turun dari tebing2 sekitar dan sangat menyegarkan tubuh....
Untuk kembalinya?
tentunya kita harus loncat dan pasrah membiarkan tubuh terbawa arus yang sangat deras.. horor juga si, tapi seruuu !!
sayang sekali, disini tidak dapat mengambil foto, karena ke nunun-an saya yang membeli baterai ab* yang kalau dibuat foto langsung matii... alhasil tidak ada foto di green canyon T_T
Malamnya kamikembali ke penginapan, dan mencari makan di sekitar pangandaran. Kami memilih tempat makan lesehan yang sepertinya enak, karena penuh dengan pengunjung. Karena perut sangat lapar sesudah body rafting seharian, kamipun berharap akan mendapat makan enak....
ternyata.....
satu jam kemudian setelah memesan makanan....
makanan belum datang juga, satu persatu dari kami mulai keluar tanduknya...daaaannnnn
akhirnya makanan yang ditunggu datang juga...
rasanya???
superrrrrrrrrrr asin....
harganya???
mahal euy......
Setelah berusaha sekuat tenaga memasukkan makanan tersebut ke perut, akhirnya kami balik ke penginapan dengan hati dongkol, dan perut masih lapar...
Besok paginya, kami menelusuri pantai pangandaran yang saat itu sedang penuh2nya pengunjung.... tampilannya seperti ancol yang pindah ke pangandaran.... full of people!
Sarapan bubur ayam dipinggir pantai, dan lanjut ke cagar alam pangandaran, yg full of monkey... Dengan bernarsis ria... kami menyusuri cagar alam sambil mencari sudut yang bagus untuk diambil gambar :D
Siang harinya, kami pergi ke garut. Karena saat itu, sedang high season... perjalanan pangandaran-garut yang harusnya hanya 3 jam, menjadi 5 jam. Sampailah kami di garut malam2 dan harus naik elf yang penuh sesak untuk mencapai cipanas.
Kenapa kami ke cipanas? well, setelah body rafting, badan semua ngilu2 dan pegel2, jadilan kami ke cipanas untuk melemaskan otot2 yang tegang dengan berendam di air panas alami.
Besoknya kami pulang kembali ke jakarta, tak lupa membeli oleh2 khas garut.... cokodot... yeahh...
untuk foto2 ciamik tentang perjalanan ini, bisa dilihat DISINI
Friday, August 20, 2010
akhirnya ke belitung ^^ (part 2)
Hari kedua di belitong, agenda kami adalah susur pulau.
1. Pulau Pasir,
merupakan pulau yang terdiri dari gundukan pasir, muncul hanya di pagi hari dan jika air sedang surut. Jika sudah siang dan air mulai naik, maka pulau ini akan hilang. Di pulau ini juga banyak ditemukan bintang laut yang besar-besar dan bertebaran begitu saja.

2.Pulau Bukit Belayar,
Pulau ini dinamakan bukit belayar karena dipulau ini banyak terdapat batu besar menyerupai bentuk layar..

3. Pulau Lengkuas
Tidak tau pasti kenapa pulau ini dinamakan pulau lengkuas, tapi yang pasti dipulau ini terdapat mercusuar tua peninggalan belanda. Dahulu sebelum adanya GPS, mercusuar ini sangat penting sekali bagi pelayaran, bahkan jangkauannya mencapai malaysia dan singapura.

4. Pulau burung
Dipulau ini airnya tenang dan diseperti pantai2 lain dibelitung, pantai dipulau inipun dikelilingi oleh batu2 yang indah. Disini kita bisa cibang-cibung di airnya yang tenang.

5. Pulau babi
Awalnya tidak tau kenapa pulau ini dinamakan pulau babi, yang saya tau adalah pulau ini merupakan spot snorkeling yang bagus di belitung. Pada saat snorkeling, barulah saya tau, ternyata didalamnya terdapat banyak sekali bulu babi dan besar-besar. Mungkin itulah salah satu alasan kenapa dinamai pulau babi... *sotoy mode:on

Hari ketiga..
Karena penginapan kami di tanjung kelayang, paginya kami berburu sunrise ke dermaga tradisional nelayan yang terletak persis didepan penginapan...

Agak menjelang siang, kami cek-out dari penginapan dan berburu oleh2 di pusat UMKM..
sesudah puas berburu oleh2, kamipun segera ke airport untuk balik ke jakarta dengan hati senang... ^^
1. Pulau Pasir,
merupakan pulau yang terdiri dari gundukan pasir, muncul hanya di pagi hari dan jika air sedang surut. Jika sudah siang dan air mulai naik, maka pulau ini akan hilang. Di pulau ini juga banyak ditemukan bintang laut yang besar-besar dan bertebaran begitu saja.
2.Pulau Bukit Belayar,
Pulau ini dinamakan bukit belayar karena dipulau ini banyak terdapat batu besar menyerupai bentuk layar..
3. Pulau Lengkuas
Tidak tau pasti kenapa pulau ini dinamakan pulau lengkuas, tapi yang pasti dipulau ini terdapat mercusuar tua peninggalan belanda. Dahulu sebelum adanya GPS, mercusuar ini sangat penting sekali bagi pelayaran, bahkan jangkauannya mencapai malaysia dan singapura.

4. Pulau burung
Dipulau ini airnya tenang dan diseperti pantai2 lain dibelitung, pantai dipulau inipun dikelilingi oleh batu2 yang indah. Disini kita bisa cibang-cibung di airnya yang tenang.
5. Pulau babi
Awalnya tidak tau kenapa pulau ini dinamakan pulau babi, yang saya tau adalah pulau ini merupakan spot snorkeling yang bagus di belitung. Pada saat snorkeling, barulah saya tau, ternyata didalamnya terdapat banyak sekali bulu babi dan besar-besar. Mungkin itulah salah satu alasan kenapa dinamai pulau babi... *sotoy mode:on
Hari ketiga..
Karena penginapan kami di tanjung kelayang, paginya kami berburu sunrise ke dermaga tradisional nelayan yang terletak persis didepan penginapan...

Agak menjelang siang, kami cek-out dari penginapan dan berburu oleh2 di pusat UMKM..
sesudah puas berburu oleh2, kamipun segera ke airport untuk balik ke jakarta dengan hati senang... ^^
akhirnya ke belitung ^^
Akhirnya ke belitung....
Tidak dapat dipungkiri, novel laskar pelangi sangat berpengaruh dalam trip kali ini. Apalagi setelah menonton film-nya. Semakin kuatlah hasrat untuk menghampiri negeri laskar pelangi ini.
Rencana perjalanan pun disusun sebulan sebelum berangkat. Setelah cari2 info dari sana-sini... cari tiket murah.. penginapan murah... dan semua yang murah2, rampunglah itenary untuk ke belitong.
Peserta trip kali ini delapan orang, dengan pertimbangan jumlah segitu cukup untuk satu mobil, walau ternyata dikemudian hari banyak teman yang berminat untuk ikut trip ini.
Day 1, trip darat..
- Kumpul di soetta jam 5 pagi, karena naik sriwijaya air jam 6.20, n tetep narsis walau nyawa belum kumpul...

- sampai di belitong langsung pergi icip2 mie belitong yang terkenal itu... rasanya... hmm agak manis, dan agak amis...

- Setelah kenyang makan mie belitong, meluncurlah kami ke pantai burong mandi...
Disana kami bebas bernarsis ria, karena pada saat itu pantai masih sepi dan belum ada pengunjung. Kontur pantainya landai dengan hamparan pasir putih yang bersih...

- Setelah puas bermain2 di pantai, kamipun segera meluncur ke vihara burong mandi.. Arsitektur vihara ini bertingkat2 dengan warna khas vihara yang indah...

- Karena hari sudah siang, kami putuskan untuk makan siang dan meluncur ke bukit samak. Disini kami makan siang dengan budget Rp. 25.000 perorang. Sejujurnya, kalau dibandingkan dengan bangka, rasa makanan di belitung ini agak kurang yah.. Namun rasa makanan yg kurang itu terobati dengan pemandangan di bukit samak yang indah.
- Setelah puas makan dan sholat, kami meluncur lagi ke bendungan pice gantong. Bendungan yang besar dengan debit air yang deras. Air nya pun di bendungan tersebut jernih sekali. Dari tepi bendungan dapat dilihat air berenang2 ditepian bendungan.

- Daaaaaaaaaaaaan tempat yang sudah dinanti-nantikan pun kami kunjungi.... SD... Muhammadiyah gantong. Pertama kami diantar ke lokasi pertama dimana replika sd tersebut dibangun untuk film laskar pelangi, namun disana sudah berdiri sebuah sd, sedangkan bangunan replika sd muhammadiyah sudah dipindah oleh dinas pariwisata belitung. Akhirnya kamipun ketempat baru dimana replika sd tersebut berada. Kondisi sd itupun sudah lebih baik karena dipugar oleh dinas pariwisata, namun bagiku sayang sekali karena mengurangi ke-eksotisan sd tersebut...

- Lokasi berikutnya kami tempuh agak lumayan jauh, yaitu ke tanjung tinggi. Sampai disana kami terpesona dengan pemandangan yang ada. Batu-batu besar berjejeran di tepi laut, dengan air laut jernih berwarna hijau toska... Ya, inilah lokasi dimana ikal dan kawan2nya menanti pelangi dan berenang2 di film laskar pelangi.. Hatipun tak sabar untuk segera menceburkan diri.. dan berenanglah kami disana.
Ada kejadian tidak mengenakkan disana, ada pengunjung yang saking narsisnya berpose meloncat diatas batu. Daaaaaaan... apa yg terjadi????? diapun jatuh terpeleset, dan tulang tempurungnya bergeser... ouch!!!! so, be carefull klo mo begaye... narsis boleh, tapi safety first.

- haripun beranjak malam, dan kami putuskan untuk cek-in ke penginapan yang sduah kami booking. Kami menginap di Tanjung kelayang cottage. Alasan memilih penginapan ini adalah untuk menghemat pengeluaran, sehingga kami tidak perlu menyewa mobil lagi untuk hari keduanya. Karena dihari kedua, kami berencana untuk susur pulau, dan tempat perahu berlayar adalah dari tanjung kelayang. Penginapan ini lumayan nyaman dengan pemandangan yang indah dan suasana yang sepi. Karena letaknya dipinggir pantai, kami pun bisa dengan mudah berburu sunset dan sunrise, hanya tinggal jalan dari penginapan, maka foto2 indahpun bisa didapat...
to be continue....
Tidak dapat dipungkiri, novel laskar pelangi sangat berpengaruh dalam trip kali ini. Apalagi setelah menonton film-nya. Semakin kuatlah hasrat untuk menghampiri negeri laskar pelangi ini.
Rencana perjalanan pun disusun sebulan sebelum berangkat. Setelah cari2 info dari sana-sini... cari tiket murah.. penginapan murah... dan semua yang murah2, rampunglah itenary untuk ke belitong.
Peserta trip kali ini delapan orang, dengan pertimbangan jumlah segitu cukup untuk satu mobil, walau ternyata dikemudian hari banyak teman yang berminat untuk ikut trip ini.
Day 1, trip darat..
- Kumpul di soetta jam 5 pagi, karena naik sriwijaya air jam 6.20, n tetep narsis walau nyawa belum kumpul...
- sampai di belitong langsung pergi icip2 mie belitong yang terkenal itu... rasanya... hmm agak manis, dan agak amis...
- Setelah kenyang makan mie belitong, meluncurlah kami ke pantai burong mandi...
Disana kami bebas bernarsis ria, karena pada saat itu pantai masih sepi dan belum ada pengunjung. Kontur pantainya landai dengan hamparan pasir putih yang bersih...
- Setelah puas bermain2 di pantai, kamipun segera meluncur ke vihara burong mandi.. Arsitektur vihara ini bertingkat2 dengan warna khas vihara yang indah...
- Karena hari sudah siang, kami putuskan untuk makan siang dan meluncur ke bukit samak. Disini kami makan siang dengan budget Rp. 25.000 perorang. Sejujurnya, kalau dibandingkan dengan bangka, rasa makanan di belitung ini agak kurang yah.. Namun rasa makanan yg kurang itu terobati dengan pemandangan di bukit samak yang indah.
- Setelah puas makan dan sholat, kami meluncur lagi ke bendungan pice gantong. Bendungan yang besar dengan debit air yang deras. Air nya pun di bendungan tersebut jernih sekali. Dari tepi bendungan dapat dilihat air berenang2 ditepian bendungan.

- Daaaaaaaaaaaaan tempat yang sudah dinanti-nantikan pun kami kunjungi.... SD... Muhammadiyah gantong. Pertama kami diantar ke lokasi pertama dimana replika sd tersebut dibangun untuk film laskar pelangi, namun disana sudah berdiri sebuah sd, sedangkan bangunan replika sd muhammadiyah sudah dipindah oleh dinas pariwisata belitung. Akhirnya kamipun ketempat baru dimana replika sd tersebut berada. Kondisi sd itupun sudah lebih baik karena dipugar oleh dinas pariwisata, namun bagiku sayang sekali karena mengurangi ke-eksotisan sd tersebut...

- Lokasi berikutnya kami tempuh agak lumayan jauh, yaitu ke tanjung tinggi. Sampai disana kami terpesona dengan pemandangan yang ada. Batu-batu besar berjejeran di tepi laut, dengan air laut jernih berwarna hijau toska... Ya, inilah lokasi dimana ikal dan kawan2nya menanti pelangi dan berenang2 di film laskar pelangi.. Hatipun tak sabar untuk segera menceburkan diri.. dan berenanglah kami disana.
Ada kejadian tidak mengenakkan disana, ada pengunjung yang saking narsisnya berpose meloncat diatas batu. Daaaaaaan... apa yg terjadi????? diapun jatuh terpeleset, dan tulang tempurungnya bergeser... ouch!!!! so, be carefull klo mo begaye... narsis boleh, tapi safety first.
- haripun beranjak malam, dan kami putuskan untuk cek-in ke penginapan yang sduah kami booking. Kami menginap di Tanjung kelayang cottage. Alasan memilih penginapan ini adalah untuk menghemat pengeluaran, sehingga kami tidak perlu menyewa mobil lagi untuk hari keduanya. Karena dihari kedua, kami berencana untuk susur pulau, dan tempat perahu berlayar adalah dari tanjung kelayang. Penginapan ini lumayan nyaman dengan pemandangan yang indah dan suasana yang sepi. Karena letaknya dipinggir pantai, kami pun bisa dengan mudah berburu sunset dan sunrise, hanya tinggal jalan dari penginapan, maka foto2 indahpun bisa didapat...
to be continue....
Wednesday, June 16, 2010
tidung island
tidung island...
ternyata di jakarta masih ada perairan yang bersih...
terumbu karang yang sehat....
yang penuh dengan ikan2 beraneka warna...

kali ini ga akan terlalu banyak bercerita tentang ditidung, karena bisa dilihat ditulisan pejabat pemda bogor berikut INI atau bisa dilihat di notes fb sayah (tp kayanya harus jd friendlist dulu klo mo baca... hehehe)

blog post kali ini hanya akan memamerkan hasil jepretan kamera under water milikku yang baru dibeli ^^

sayangnya ternyata kamera ini not include memory card, dan bodohnya diriku adalah blum mengisi kamera ini dengan memory card tambahan. Jadilah foto yang diperoleh hanya 15 buah.

tapi lumayan lah...
bagus2 juga hasilnya ^^
ternyata di jakarta masih ada perairan yang bersih...
terumbu karang yang sehat....
yang penuh dengan ikan2 beraneka warna...
kali ini ga akan terlalu banyak bercerita tentang ditidung, karena bisa dilihat ditulisan pejabat pemda bogor berikut INI atau bisa dilihat di notes fb sayah (tp kayanya harus jd friendlist dulu klo mo baca... hehehe)
blog post kali ini hanya akan memamerkan hasil jepretan kamera under water milikku yang baru dibeli ^^
sayangnya ternyata kamera ini not include memory card, dan bodohnya diriku adalah blum mengisi kamera ini dengan memory card tambahan. Jadilah foto yang diperoleh hanya 15 buah.
tapi lumayan lah...
bagus2 juga hasilnya ^^
Monday, June 14, 2010
padang part 2
perjalanan ke padang kali ini merupakan perjalanan ke padang yang kedua kalinya. Perjalanan kali ini cukup menyenangkan, karena harapan agar tidak terulang kejadian dipadang DULU , trip ini juga tidak memakan biaya sepeser pun.
karena sambil kerja, sambil jalan-jalan. :D
hari pertama sampai dipadang, kami berjumpa dengan perlombaan tour de singkarak yang merupakan perlombaan sepeda tingkat internasional..

sepedanya cepet2 banget, saat inilah aku berharap punya kamera slr biar bs mengabadikan moment ini dengan bagus
sesudah menyimmpan tas di hotel, perjalananpun dilanjutkan ke bukit tinggi. Sepanjang perjalanan, kami disuguhkan dengan pemandangan yang cukup mengenaskan, padang after gempa.... Gedung2 banyak yang runtuh, bangunan banyak yang rusak disana-sini. Walau demikian Padang tetap merupakan kota yang cantik menurutku. Karena dikanan-kiri jalanan dapat dilihat laut biru yang indah. Dan juga dimana lagi kita dapat mmelihat air terjun yang ada dipinggir jalan?
Lembah anai namanya, air terjun ini terdapat persis disamping jalan raya. Walau disamping jalan raya, namun air terjun ini kebersihannya tetap terjaga, airnya bening dan menyejukkan.

Perjalanan dilanjutkan ke ngarai sianok dan goa jepang.. Hehehe akhirnya kesampean juga ke ngarai yang dipakai buat syuting film merantau ini :D

Just for info, goa jepang dibangun pada masa penjajahan jepang dengan tenaga pribumi. Pekerjanya tidak diberi makan sama sekali, jika ada yg sakit, dipenjarakan dan dibiarkan mati. Kalau sudah mati, jenazahnya dibuang dilobang yg ada di goa tersebut. SADISSS!!!
O iy, goa ini jg sering dibuat syuting adu nyali di TV2 gitu..

untuk masuk ke goa ini, diperlukan fisik yang prima. Karena piuh...tangganya bikin kaki gemeteran n jantung berpacu cepat karena tinggi sekali tanggannya.
Terakhir, tak lengkap rasanya kalau ke padang tapi tidak ke jam gadang. Walhasil jadilah kami ke jam gadang sambil mencari oleh2 di pasarnya. :D

NB:
Kalau doyan wiskul, menurut saya, padang merupakan tempat wiskul palinng tob selain bandung. Salah satu tempat yg wajib dikunjungi:
- restoran seafood disepajang pantai padang. Selainn rasanya maknyoss, suasananya mantab kali...sambil makan, sambil melihat pemandangan laut biru dan mendengarkan deburan ombak..
- warung pecel di ngarai sianok, disini dijual pecel khas padang. Walau tempatnya mirip dengan warteg, tapi ternyata tempat ini terkenal sekali, dan rasa pecelnya maknyuss..
- restoran sate padang mak .... (lupa namanya). Bagi penggila sate padang, disinilah tempat sate padang paling maknyooossssss
- pantai padang dimalam hari, seperti jimbaran bali. Sambil makan kudapan dan minum mminuman ringan dipinnggir laut sambil menikmati deburan ombak dan taburan bintang.
karena sambil kerja, sambil jalan-jalan. :D
hari pertama sampai dipadang, kami berjumpa dengan perlombaan tour de singkarak yang merupakan perlombaan sepeda tingkat internasional..
sepedanya cepet2 banget, saat inilah aku berharap punya kamera slr biar bs mengabadikan moment ini dengan bagus
sesudah menyimmpan tas di hotel, perjalananpun dilanjutkan ke bukit tinggi. Sepanjang perjalanan, kami disuguhkan dengan pemandangan yang cukup mengenaskan, padang after gempa.... Gedung2 banyak yang runtuh, bangunan banyak yang rusak disana-sini. Walau demikian Padang tetap merupakan kota yang cantik menurutku. Karena dikanan-kiri jalanan dapat dilihat laut biru yang indah. Dan juga dimana lagi kita dapat mmelihat air terjun yang ada dipinggir jalan?
Lembah anai namanya, air terjun ini terdapat persis disamping jalan raya. Walau disamping jalan raya, namun air terjun ini kebersihannya tetap terjaga, airnya bening dan menyejukkan.

Perjalanan dilanjutkan ke ngarai sianok dan goa jepang.. Hehehe akhirnya kesampean juga ke ngarai yang dipakai buat syuting film merantau ini :D

Just for info, goa jepang dibangun pada masa penjajahan jepang dengan tenaga pribumi. Pekerjanya tidak diberi makan sama sekali, jika ada yg sakit, dipenjarakan dan dibiarkan mati. Kalau sudah mati, jenazahnya dibuang dilobang yg ada di goa tersebut. SADISSS!!!
O iy, goa ini jg sering dibuat syuting adu nyali di TV2 gitu..

untuk masuk ke goa ini, diperlukan fisik yang prima. Karena piuh...tangganya bikin kaki gemeteran n jantung berpacu cepat karena tinggi sekali tanggannya.
Terakhir, tak lengkap rasanya kalau ke padang tapi tidak ke jam gadang. Walhasil jadilah kami ke jam gadang sambil mencari oleh2 di pasarnya. :D

NB:
Kalau doyan wiskul, menurut saya, padang merupakan tempat wiskul palinng tob selain bandung. Salah satu tempat yg wajib dikunjungi:
- restoran seafood disepajang pantai padang. Selainn rasanya maknyoss, suasananya mantab kali...sambil makan, sambil melihat pemandangan laut biru dan mendengarkan deburan ombak..
- warung pecel di ngarai sianok, disini dijual pecel khas padang. Walau tempatnya mirip dengan warteg, tapi ternyata tempat ini terkenal sekali, dan rasa pecelnya maknyuss..
- restoran sate padang mak .... (lupa namanya). Bagi penggila sate padang, disinilah tempat sate padang paling maknyooossssss
- pantai padang dimalam hari, seperti jimbaran bali. Sambil makan kudapan dan minum mminuman ringan dipinnggir laut sambil menikmati deburan ombak dan taburan bintang.
Subscribe to:
Comments (Atom)