Pernah lihat artikel disuatu majalah ttg suatu tempat, dan langsung ingin segera ketempat itu?
Kejadian itu persis seperti yg saya alami. Ketika dipesawat balik dari makassar, tak sengaja terbaca artikel tentang pulau peucang di ujung kulon. Di artikel itu diceritakan tentang bagaimana alaminya alam ujung kulon dan satwa2 liar yang ada disana.
Ya artikel itu membuatku takjub dan ingin segera menginjakkan kaki ke pulau peucang. Akhirnya setelah mengumpulkan data tentang pulau peucang, akhirnya diketahui bahwa untuk ke pulau peucang harus menggunakan perahu yang cukup lumayan mahal sewanya, dua juta saja sehari $_$ dengan kapasitas kapal 20 orang untuk satu perahu.
Jadi untuk menghemat biaya, maka jumlah orang yg ikut trip minimal 15 orang, juga untuk mengangkut orang sebanyak itu dari jakarta, tidaklah mungkin kalau harus mengeteng angkot ke ujung kulon.
Maka saya ajaklah teman saya yg aktif di salah satu komunitas backpacker, dengan harapan pastinya dia banyak link untuk sewa mobil, dan pastinya punya banyak teman yang berminat ikut trip ini.
Akhirnya setelah trip ini, dalam waktu tiga hari jumlah peserta yg terkumpul sudah 40 orang... Awalnya tidak menyangka bahwa akan banyak peminat, karena medan yang akan ditempuh lumayan berat, juga akan sangat menantang..
Beratnya medan yang akan ditempuh, juga banyaknya peserta yang ikut... membuat banyak hal yang harus disiapkan.. juga sebagai panitia, agak lebih bawel dengan memberikan pengumuman ini-itu tentang trip tersebut, semuanya dilakukan agar berjalan lancar.
Walau banyak pengumuman dan pemberitahuan mengenai trip ini, tapi banyak jg peserta yang tidak mau membacanya, sehingga hampir setiap hari ada saja yg bertanya tentang hal2 yang hampir sama..Cukup menyita waktu juga.. tapi tidak apalah, dibandingkan dengan peserta yang berburuk sangka menganggap kami pihak panita mengambil untung dan tidak profesional..
tentu saja hal itu membuat gondok, karena panitianya kami tidak profit oriented, dan juga bukan event organizer, hanya sekumpulan orang yg ingin jalan2 dan mengajak teman lainnya, juga sharing cost! walau kesal, tapi kami berusaha sebaik mungkin meng-arrange trip ini agar berjalan lancar. Agak kesal sebenarnya, karena hampir setiap hari selalu komplain. Untung saja komplain nya lewat YM, coba kalau langsung.... *bisa keluar tanduk asli
Beberapa hari sebelum hari H, ternyata pihak yang kami percayai untuk mengurus bis, tidak bisa dihubungi... semakin paniklah kami, karena bisnya sudah kami bayar lunas, dan pastinya kalau sampai harus menyewa bis lagi, hilanglah uang yg sudah kami bayar.
Untuk berjaga-jaga kamipun menyewa bis baru lagi, dengan membayar DP sejumlah tertentu, agar kalau bis pertama yg sudah lunas tidak bisa dihubungi, kami masih bisa berangkat sesuai jadwal.
Saat keberangkatan akhirnya tiba. Sesuai rencana awal, meeting point di slipi jaya pukul 19.00 daaaaaan... kami berangkat pukul 22.00 *ngaret parah
dengan menggunakan bus ngeteng ke serang dan dalam keadaan macet parah (saat itu akan long weekend) dan bus yang penuh, terpaksalah kami harus berdiri lama sampai akhirnya harus menunggu penumpang satu persatu turun hingga akhirnya mendapat duduk.
Tiba di serang pukul 01.00, kami lanjut dengan bis yang sudah kami sewa.. setelah melalui perjalanan yang lumayan rusak dan berkelok2, tibalah kami di desa sumur pukul 05.00 pagi.
Rencana awal, kami akan menyeberang ke peucang dari desa taman jaya. Tapi karena taman jaya itu jauh, dan jalannya rusak berat, tidak mungkin bisa dilewati bus kecil, maka kami menyeberang dari desa sumur.
Karena perubahan tempat menyeberang, perahu yg kami pesan jadi mundur jam keberangkatannya menjadi jam 8 pagi. Akhirnya kamipun harus menunggu dari jam 5 sampai jam 8 didesa sumur.
Awalnya peserta senang-senang saja dan berfoto2 sunrise dipinggir pantai. Tiga jam kemudiaan.... #kriiiiik
perahu yg kami pesan memiliki masalah teknis, daaaaaan akhirnya terlambat datang. Karena melihat wajah peserta yang sudah mulai suntuk, berkali2 telepon (baca: marah2) kepihak penyedia perahu... daaan akhirnya perahu datang jam 10 pagi --""""""
Ditengah penyeberangan, ternyata salah satu perahu mengalami kerusakan (kami menyewa dua perahu), alhasil satu perahu harus menarik perahu yg mogok itu... jadinya? yaa perjalanan molor hingga 4 jam, dari waktu normal 3 jam -__-
Sampai di peucang, sempat takjub sebentar dengan keindahan lautnya... gradasi hijau toska dan biru, hewan2 liar yg berlalu-lalang... Kekaguman yang tidak berlangsung lama, karena harus mengurus ini-itu di kantor TNUK. Untung saat itu ada teman yg dari dept. Kehutanan, sehingga kami diperlakukan dengan sangat baik dari taman TNUK.
Berkat teman sy itu jugalah, kami mendapat tambahan kamar. Tadinya kami hanya disediakan 3 kamar utk 36 orang.... (OMG!!). Akhirnya semua peserta dapat tertampung dikamar walau harus berhimpit2an.
Walau terlambat sampai di peucang, namun trip harus tetap berjalan sesuai iten. Hari pertama kami rencanakan untuk ke karang copong. Sebelum ke karang copong, kamipun meminta ijin ke pihak TNUK. Saat disana, kami dikagetkan lagi, karena harus membayar biaya tambat perahu, biaya masuk TNUK, dan biaya masuk masing2 objek wisata... Yang membuat kaget adalah, kami menganggap sudah membayar itu semua dengan pihak yang kami percayakan dengan perahu... ternyata semua itu belum dibayar $_$
Dan ternyata, utk masing2 objek wisata yg kami masuki, kami mendapatkan satu orang ranger utk menemani.Padahaaal kami juga sudah membayar orang utk guide kami selama di peucang kepada pihak yg kami percayakan perahu tadi -__-
Setelah membayar semuanya, dengan kepala pusing dan khawatir akan kekurangan dana, kamipun tetap pergi menerobos hutan untuk ke karang copong. Selama perjalanan, hutan yg alami, rusa yg berkeliaran, debur ombak yg berderu2, karang2 yg bermunculan saat surut... tak mampu menghilangkan penat di kepala, jujur baru kali ini tidak bisa menikmati trip, padahal pemandangannya indaaah....
Balik ke penginapan, kembali dipusingkan dengan keluhan ibu2 tukang masak. "utk 36 orang, bahan2 seginimah kurang neng, lauknya jg ga ada, ibu bingung mo masak apa"...
owh, rasanya saat itu kepala pusing tujuh keliling... My GOD!!! saya mo liburan, bukan cari pusing kya gini!!!
Besok paginya, sesuai rencana, kami pergi ke cidaon untuk melihat banteng liar. Kami sampai sekitar pukul 9 pagi. Sampai disana, kami disajikan pemandangan padang rumput yg luaaaas dan banyaknya ranjau darat (baca: pupup banteng) tapiiiii 0 banteng --"
ternyata kalau ingin melihat banteng, harus dibawah jam 8 pagi atau diatas jam 3 sore. Akhirnya walau tidak bisa melihat banteng liar, tapi kami masih bisa berfoto2 dipadang rumput.
Sesudah itu, kami snorkeling di citerjun.. Walau airnya jernih, tapi ikannya sedikit dan banyak terumbu karang yg sudah mati. Usut punya usut, perairan tersebut rusak oleh nelayan yg suka menggunakan pukat. Tapi sekarang hal tersebut sudah tidak ada lagi, karena hal tersebut sudah dilarang, dan masyarakat sudah lebih sadar akan pentingnya terumbu karang.
Puas snorkeling, kamipun kembali ke peucang utk makan siang. Makan siang yg lumayan enak, karena lauknya ikan(ikan yg kami beli dari nelayan dan harus mengeluarkan uang lagi). Rencana awal, adalah kami akan menghabiskan waktu saja di peucang karena sudah tidak ada budget utk ke tanjung layar. Namun dipikir2 karena sudah jauh2 ke peucang namun tidak ke tj. layar, sayang sekali. AKhirnya kamipun patungan utk ke tanjung layar.
Sampai di tanjung layar, kami harus naik sampan kecil utk menuju pulau. Melalui hutan yg lebat dan jalan setapak yg lumayan jauh (baca: sangat jauh). AKhirnya kami sampai di mercusuar tanjung layar. Ternyata mercusuar di pulau itu ada dua, satu yg baru dan satu yg lama peninggalan belanda. Pemandangan yg bagus tentunya di mercusuar yg lama, tapii untuk kesana, harus trekking lebih jauh lagi.. --"
Akhirnya hari terakhir tiba, kamipun check out dan siap2 pulang pagi hari, karena tidak ingin kemalaman dijalan. Daaaan perjalanan pulang pun sama saja dengan berangkat. PErahunya tiba2 mogok ditengah jalan --"
Sampai di desa sumur, kami dikagetkan lagi, ternyata perahu kecil yg kami gunakan utk mengangkut dari perahu ke desa sumur blum dibayar... OMG!!! not again!
dana sudah pas2an utk sewa bus!
akhirnya kami menelpon (baca: marah2) ke pihak yg kami percayakan utk mengurus perahu, namun tidak ada solusi dari dia, hanya minta maaf.(aargh!)
Akhirnya kamipun membayar perahu tersebut karena kasihan kepada bapak penarik perahunya.
Dan keajaiban pun terjadi, ketika di bis menghitung2 sisa dana yg ada. Ternyata dana yg ada masih berlebih... tidak tahu bagaimana hal itu terjadi, tapi itu merupakan berita gembira selama tiga hari tersebut.... Akhirnya dana berlebih itu kami kembalikan ke peserta. Melihat tawa gembira para peserta, hati saya pun gembira (terharu..)
informasi:
Untuk trip ini, sy mendapatkan nomor kontak dari milis, hampir semua tulisan di milis maupun di blog2 yg membahas peucang selalu menyebutkan Bpk Kom*r, sayapun mengontak dia dan mempercayakan semuanya kepada dia, mulai dari perahu, belanja bahan makanan, dan penginapan. Ternyata mulai dari perahu telat berjam-jam, perahu kecil utk menyeberang ke perahu besar blum dibayarnya, harga bahan makanan yg di mark-up gila2an, jumlah kamar yg tidak sesuai dengan yg dijanjikan, dan banyak hal mengecewakan lainnya yg membuat stress... saya rekomendasikan jangan menggunakan dia lagi kepada siapa saja yg mo ke peucang.
nb: baru kali ini jg saya trip, dan tidak mengambil satupun foto... --"""
dan karena trip ini pula, mungkin beberapa bulan ke depan saya tidak akan ber-backpack ria... mungkin berjalan2 yg lebih nyaman dan mengeluarkan sedikit uang lebih ^^
Showing posts with label jawa barat. Show all posts
Showing posts with label jawa barat. Show all posts
Saturday, May 7, 2011
Saturday, January 1, 2011
citumang, green canyon, pangandaran
perjalanan kali ini dilakukan utk mengisi liburan natal yang lumayan panjang...
jadi dari pada manyun dirumah, lebih baik jalan-jalan :D
Setelah disusun rencana utk ke green canyon, terkumpullah delapan orang untuk berangkat. Namun apa dinyana, pada hari H yg ikut hanya 7 orang (nambah lagi deh budget utk patungan mobil).
Perjalanan dimulai dengan meeting point di kp.rambutan jam 7 dengan perhitungan akan naik bus ac yg jam 7. Tapi yg namanya jalanan jakarta klo besoknya mau libur.... maceet parah... rencana kumpul di kp. rambutan jam 7 pun sulit tercapai... Daaan satu jam kemudian.. terkumpulah semuanya, akhirnya kamipun naik bis terkhir ke pangandaran non ac (siap2 pake masker hidung, karena full asep rokok T_T)
Bus berangkat jam 9 malam, dan sampai di pangandaran jam 7 pagi. Sesampainya di terminal pangandaran, kami dijemput oleh supir mobil yang sudah kami carter dan lanjut mencari penginapan.
Penginapan yg didapat merupakan penginapan yg dikelola oleh penduduk sekitar, bentuknya seperti kos-kosan, permalam tarifnya Rp 140rb muat untuk 2-3 orang.
Kemudian kamipun berangkat ke citumang, sebelumnya kami sarapan diwarung sasak dipinggir jalan yg menunya makanan khas sunda. Walau penampilan warungnya tidak meyakinkan, tapi rasanya maksnyuss, harganya pun standar... tidak mahal dan tidak murah jg :D
Sesampainya di citumang, kamipun menyewa peralatan body rafting, seharga 15 rb perorang n dipandu seorang guide (exclude harga sewa tentunya). Untuk body rafting, kita harus menyusuri jalan dulu melewati hutan yg lumayan rimbun..
Sesampainya di spot, kami diterangi tentang prosedur keamanan oleh pemandu. N mulai masuk ke gua. disini kami ditantang oleh pemandu untuk loncat dari dinding goa setinggi 16 meter.. karena yg ikut rombongan ini kebanyakan ibu2, akhirnya yg berani loncat hanya dua orang... *saluuut

N baru tau ternyata itu lebih seru, lebih menantang nyali, n lebih menguras tenaga daripada rafting biasa...




Puas di citumang, dilanjutkan dengan istirahat dan sholat jumat... Ternyata masjid untuk sholat jumat dekat dengan tempat parkir... sehingga tidak sulit untuk sholat.
Kemudian dilanjutkan dengan makan siang di saung pinggir sawah, dengan menu seafood... mantabs..

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Green canyon. Di green canyon sudah ada tempat penyewaan perahu resmi, sehingga kita tidak harus tawar menawar lagi untuk menyewa perahu. Untuk mencapai tempat body rafting ke cukang taneuh, harus menggunakan perahu yang kapasitas maksimalnya 6 orang. Jadi kalau rombongan anda kurang dari 6 orang, maka harus berbesar hati untuk share perahu.
Di green canyon body raftingnya ternyata lebih berat dari citumang. Bagaimana tidak, diawal2 sesi, kita harus meniti seutas tali dengan melawan arus sungai yang sangat deras...
Sesudah itu, harus wall climbing melawan arus, disinilah ujian fisik sangat terasa. Jari2 yang biasa hanya digunakan untuk menekan tuts komputer, sekarang harus menahan seluruh beban tubuh ditambah melawan derasnya arus sungai..
Tapi semua itu terbayar jika kita sudah sampai di tujuan... air terjun turun dari tebing2 sekitar dan sangat menyegarkan tubuh....
Untuk kembalinya?
tentunya kita harus loncat dan pasrah membiarkan tubuh terbawa arus yang sangat deras.. horor juga si, tapi seruuu !!
sayang sekali, disini tidak dapat mengambil foto, karena ke nunun-an saya yang membeli baterai ab* yang kalau dibuat foto langsung matii... alhasil tidak ada foto di green canyon T_T
Malamnya kamikembali ke penginapan, dan mencari makan di sekitar pangandaran. Kami memilih tempat makan lesehan yang sepertinya enak, karena penuh dengan pengunjung. Karena perut sangat lapar sesudah body rafting seharian, kamipun berharap akan mendapat makan enak....
ternyata.....
satu jam kemudian setelah memesan makanan....
makanan belum datang juga, satu persatu dari kami mulai keluar tanduknya...daaaannnnn
akhirnya makanan yang ditunggu datang juga...
rasanya???
superrrrrrrrrrr asin....
harganya???
mahal euy......
Setelah berusaha sekuat tenaga memasukkan makanan tersebut ke perut, akhirnya kami balik ke penginapan dengan hati dongkol, dan perut masih lapar...
Besok paginya, kami menelusuri pantai pangandaran yang saat itu sedang penuh2nya pengunjung.... tampilannya seperti ancol yang pindah ke pangandaran.... full of people!
Sarapan bubur ayam dipinggir pantai, dan lanjut ke cagar alam pangandaran, yg full of monkey... Dengan bernarsis ria... kami menyusuri cagar alam sambil mencari sudut yang bagus untuk diambil gambar :D
Siang harinya, kami pergi ke garut. Karena saat itu, sedang high season... perjalanan pangandaran-garut yang harusnya hanya 3 jam, menjadi 5 jam. Sampailah kami di garut malam2 dan harus naik elf yang penuh sesak untuk mencapai cipanas.
Kenapa kami ke cipanas? well, setelah body rafting, badan semua ngilu2 dan pegel2, jadilan kami ke cipanas untuk melemaskan otot2 yang tegang dengan berendam di air panas alami.
Besoknya kami pulang kembali ke jakarta, tak lupa membeli oleh2 khas garut.... cokodot... yeahh...
untuk foto2 ciamik tentang perjalanan ini, bisa dilihat DISINI
jadi dari pada manyun dirumah, lebih baik jalan-jalan :D
Setelah disusun rencana utk ke green canyon, terkumpullah delapan orang untuk berangkat. Namun apa dinyana, pada hari H yg ikut hanya 7 orang (nambah lagi deh budget utk patungan mobil).
Perjalanan dimulai dengan meeting point di kp.rambutan jam 7 dengan perhitungan akan naik bus ac yg jam 7. Tapi yg namanya jalanan jakarta klo besoknya mau libur.... maceet parah... rencana kumpul di kp. rambutan jam 7 pun sulit tercapai... Daaan satu jam kemudian.. terkumpulah semuanya, akhirnya kamipun naik bis terkhir ke pangandaran non ac (siap2 pake masker hidung, karena full asep rokok T_T)
Bus berangkat jam 9 malam, dan sampai di pangandaran jam 7 pagi. Sesampainya di terminal pangandaran, kami dijemput oleh supir mobil yang sudah kami carter dan lanjut mencari penginapan.
Penginapan yg didapat merupakan penginapan yg dikelola oleh penduduk sekitar, bentuknya seperti kos-kosan, permalam tarifnya Rp 140rb muat untuk 2-3 orang.
Kemudian kamipun berangkat ke citumang, sebelumnya kami sarapan diwarung sasak dipinggir jalan yg menunya makanan khas sunda. Walau penampilan warungnya tidak meyakinkan, tapi rasanya maksnyuss, harganya pun standar... tidak mahal dan tidak murah jg :D
Sesampainya di citumang, kamipun menyewa peralatan body rafting, seharga 15 rb perorang n dipandu seorang guide (exclude harga sewa tentunya). Untuk body rafting, kita harus menyusuri jalan dulu melewati hutan yg lumayan rimbun..
Sesampainya di spot, kami diterangi tentang prosedur keamanan oleh pemandu. N mulai masuk ke gua. disini kami ditantang oleh pemandu untuk loncat dari dinding goa setinggi 16 meter.. karena yg ikut rombongan ini kebanyakan ibu2, akhirnya yg berani loncat hanya dua orang... *saluuut
N baru tau ternyata itu lebih seru, lebih menantang nyali, n lebih menguras tenaga daripada rafting biasa...
Puas di citumang, dilanjutkan dengan istirahat dan sholat jumat... Ternyata masjid untuk sholat jumat dekat dengan tempat parkir... sehingga tidak sulit untuk sholat.
Kemudian dilanjutkan dengan makan siang di saung pinggir sawah, dengan menu seafood... mantabs..

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Green canyon. Di green canyon sudah ada tempat penyewaan perahu resmi, sehingga kita tidak harus tawar menawar lagi untuk menyewa perahu. Untuk mencapai tempat body rafting ke cukang taneuh, harus menggunakan perahu yang kapasitas maksimalnya 6 orang. Jadi kalau rombongan anda kurang dari 6 orang, maka harus berbesar hati untuk share perahu.
Di green canyon body raftingnya ternyata lebih berat dari citumang. Bagaimana tidak, diawal2 sesi, kita harus meniti seutas tali dengan melawan arus sungai yang sangat deras...
Sesudah itu, harus wall climbing melawan arus, disinilah ujian fisik sangat terasa. Jari2 yang biasa hanya digunakan untuk menekan tuts komputer, sekarang harus menahan seluruh beban tubuh ditambah melawan derasnya arus sungai..
Tapi semua itu terbayar jika kita sudah sampai di tujuan... air terjun turun dari tebing2 sekitar dan sangat menyegarkan tubuh....
Untuk kembalinya?
tentunya kita harus loncat dan pasrah membiarkan tubuh terbawa arus yang sangat deras.. horor juga si, tapi seruuu !!
sayang sekali, disini tidak dapat mengambil foto, karena ke nunun-an saya yang membeli baterai ab* yang kalau dibuat foto langsung matii... alhasil tidak ada foto di green canyon T_T
Malamnya kamikembali ke penginapan, dan mencari makan di sekitar pangandaran. Kami memilih tempat makan lesehan yang sepertinya enak, karena penuh dengan pengunjung. Karena perut sangat lapar sesudah body rafting seharian, kamipun berharap akan mendapat makan enak....
ternyata.....
satu jam kemudian setelah memesan makanan....
makanan belum datang juga, satu persatu dari kami mulai keluar tanduknya...daaaannnnn
akhirnya makanan yang ditunggu datang juga...
rasanya???
superrrrrrrrrrr asin....
harganya???
mahal euy......
Setelah berusaha sekuat tenaga memasukkan makanan tersebut ke perut, akhirnya kami balik ke penginapan dengan hati dongkol, dan perut masih lapar...
Besok paginya, kami menelusuri pantai pangandaran yang saat itu sedang penuh2nya pengunjung.... tampilannya seperti ancol yang pindah ke pangandaran.... full of people!
Sarapan bubur ayam dipinggir pantai, dan lanjut ke cagar alam pangandaran, yg full of monkey... Dengan bernarsis ria... kami menyusuri cagar alam sambil mencari sudut yang bagus untuk diambil gambar :D
Siang harinya, kami pergi ke garut. Karena saat itu, sedang high season... perjalanan pangandaran-garut yang harusnya hanya 3 jam, menjadi 5 jam. Sampailah kami di garut malam2 dan harus naik elf yang penuh sesak untuk mencapai cipanas.
Kenapa kami ke cipanas? well, setelah body rafting, badan semua ngilu2 dan pegel2, jadilan kami ke cipanas untuk melemaskan otot2 yang tegang dengan berendam di air panas alami.
Besoknya kami pulang kembali ke jakarta, tak lupa membeli oleh2 khas garut.... cokodot... yeahh...
untuk foto2 ciamik tentang perjalanan ini, bisa dilihat DISINI
Monday, December 27, 2010
tour de garut
Perjalanan dimulai di sabtu sore, dengan meeting diTMII pukul 5 sore, namun apa dikata, jakarta tercinta yang biasanya macet, kala itu lancaaaaaaaar.. sehingga membuat peserta trip ini datang satu jam lebih awal. Hingga kepanikan melanda saya yang kala itu masih dikampus. Untuk mengejar ketertinggalan, maka saya merubah mode menjadi ojekers yang cukup menguras kantong... 30rb dari depok ke TMII T_T.
Jam 5 teng sampailah di pintu 1 TMII, dengan teman2 yang sudah setia menunggu di mobil. Disambut oleh omelan mami ke pemilik rental mobil yang tidak sesuai menyediakan mobil. Padahal sudah dipesan dari satu minggu sebelumnya... SATU MINGGU saudara2!!!
Berangkatlah kita ke bandung, namuuun... rasanya hari itu keberuntungan tidak berpihak, baru lima menit dijalan, pak supir sudah kena tilang polisi dan stnk nya disita.. hohoho...
Tapi de show must go on... perjalanan ke bandung pun tetap berlanjut. Dan sampai disana jam 8 malam (tepat 3 jam jkt-bdg)... langsung cari makanan karena semuanya sudah kelaparan... maklum saja, terakhir makan adalah siang2.
Mampirlah kami di sebuah pujasera, yang rasanya... umm biasa aja, tapi terbayar dengan es durian yang lumayan enak (lumayan daripada lumanyun)

Karena perut sudah kenyang, hatipun tenang... Kamipun istirahat di hotel trio, memesan satu family room... 500rb per malam diisi 8 orang...
Pagi2nya sesudah sholat shubuh, kamipun bersegera berangkat ke garut, satu jam saja dari bandung ke garut...Kamipun sampai di candi cangkuang, untuk sampai di cangkuang, harus menggunakan perahu rakit dengan membayar 60rb.

Saat pergi, dibayangan kami berupa candi yang besar, karena membaca bahwa candi cangkuang adalah candi hindu terbesar di jawa barat.... ternyataaaaaaaaaaaaaaa...

ya, inilah candinya saudara2... tidak kurang tidak lebih...
Karena masih pagi, dan sudah tidak ada yg bisa dilihat lagi di cangkuang... Maka kami memutuskan untuk ke kampung naga karena menurut orang2 sekitar, kampung naga hanya satu jam dari cangkuang... ternyata... jangan percaya masalah jarak menurut penduduk setempat saudara2... karena ukuran dekat menurut mereka itu tidak bisa dipercaya....
Setelah dua jam melalui perjalanan yang lumayan jauh dan berkelok2 dan disuguhi pemandangan sawah dan pegunungan yang indah, sampailah kami dikampung naga.

pintu masuk kampung naga


Untuk masuk ke kampung naga, harus menuruni anak tangga sebanyak 400 anak tangga. Untuk turunnya sih OK saja, tapiiiiii untuk pulangnya... harus menanjak sebanyak 400 anak tangga... pyuhhhhh...

Waktupun menjelang tengah hari, kami putuskan untuk meninggalkan kampung naga dan mencari makan siang. Kamipun makan siang di pondok cibiuk, rumah makan khas sunda dengan berbagai rasa sambal tersedia....
sesudah itupun kami mencari oleh2 khas garut di jalan otista yang merupakan jalan pusat oleh2 khas garut

Selesai sudah perjalanan ke garut, kamipun kembali kejakarta...

ibu2 peserta rombongan
all picture by maryana yeyen..
total pengeluaran Rp 244rb/orang exclude oleh2
Jam 5 teng sampailah di pintu 1 TMII, dengan teman2 yang sudah setia menunggu di mobil. Disambut oleh omelan mami ke pemilik rental mobil yang tidak sesuai menyediakan mobil. Padahal sudah dipesan dari satu minggu sebelumnya... SATU MINGGU saudara2!!!
Berangkatlah kita ke bandung, namuuun... rasanya hari itu keberuntungan tidak berpihak, baru lima menit dijalan, pak supir sudah kena tilang polisi dan stnk nya disita.. hohoho...
Tapi de show must go on... perjalanan ke bandung pun tetap berlanjut. Dan sampai disana jam 8 malam (tepat 3 jam jkt-bdg)... langsung cari makanan karena semuanya sudah kelaparan... maklum saja, terakhir makan adalah siang2.
Mampirlah kami di sebuah pujasera, yang rasanya... umm biasa aja, tapi terbayar dengan es durian yang lumayan enak (lumayan daripada lumanyun)

Karena perut sudah kenyang, hatipun tenang... Kamipun istirahat di hotel trio, memesan satu family room... 500rb per malam diisi 8 orang...
Pagi2nya sesudah sholat shubuh, kamipun bersegera berangkat ke garut, satu jam saja dari bandung ke garut...Kamipun sampai di candi cangkuang, untuk sampai di cangkuang, harus menggunakan perahu rakit dengan membayar 60rb.

Saat pergi, dibayangan kami berupa candi yang besar, karena membaca bahwa candi cangkuang adalah candi hindu terbesar di jawa barat.... ternyataaaaaaaaaaaaaaa...

ya, inilah candinya saudara2... tidak kurang tidak lebih...
Karena masih pagi, dan sudah tidak ada yg bisa dilihat lagi di cangkuang... Maka kami memutuskan untuk ke kampung naga karena menurut orang2 sekitar, kampung naga hanya satu jam dari cangkuang... ternyata... jangan percaya masalah jarak menurut penduduk setempat saudara2... karena ukuran dekat menurut mereka itu tidak bisa dipercaya....
Setelah dua jam melalui perjalanan yang lumayan jauh dan berkelok2 dan disuguhi pemandangan sawah dan pegunungan yang indah, sampailah kami dikampung naga.

pintu masuk kampung naga


Untuk masuk ke kampung naga, harus menuruni anak tangga sebanyak 400 anak tangga. Untuk turunnya sih OK saja, tapiiiiii untuk pulangnya... harus menanjak sebanyak 400 anak tangga... pyuhhhhh...

Waktupun menjelang tengah hari, kami putuskan untuk meninggalkan kampung naga dan mencari makan siang. Kamipun makan siang di pondok cibiuk, rumah makan khas sunda dengan berbagai rasa sambal tersedia....
sesudah itupun kami mencari oleh2 khas garut di jalan otista yang merupakan jalan pusat oleh2 khas garut

Selesai sudah perjalanan ke garut, kamipun kembali kejakarta...

ibu2 peserta rombongan
all picture by maryana yeyen..
total pengeluaran Rp 244rb/orang exclude oleh2
Thursday, March 18, 2010
sawarna, a beautifull village





sawarna, pertama dengar tentang sawarna adalah dari seorang teman yang pernah kesana "sawarna itu pantainya bagus banget" katanya.
Karena penasaran mulailah hunting tentang sawarna...ternyata untuk ke sawarna sangat mudah karena ada beberapa alternatif jalur perjalanan, tinggal kita pilih yang mana yang paling mudah menurut kita.
sempat beredar kabar juga kalau jalan ke sawarna itu susah dan seram karena jalurnya yang masih tanah dan belum bagus, tapi itu dulu. Sekarang sudah ada jalan aspal kesana yang dibuat oleh PT.PN, jadi jangan takut untuk kesana.
Hari pertama
berangkat dari terminal baranangsiang naik bis MGI yg terakhir. Berhubung udah malem, n bis yg terakhir, jadilah kita naik bis yg non AC. Walhasil sepanjang jalan menghirup asap rokok dari penumpang lainnya...pyuhhh
Sampai di terminal pelabuhan ratu jam setengah satu malam, langsung diserbu puluhan tukang ojek yang agak memaksa. Karena jengkel, pergilah kami secepat mungkin dari terminal untuk mencari masjid untuk beristirahat. Tapi apa daya, ternyata masjid yang ada ditutup, dikarenakan semenjak sawarna terkenal, banyak orang yang bermalam dimasjid.
Kamipun tidak menyerah untuk mencari masjid lainnya, karena kesal terus dibuntuti oleh tukang ojek yang memaksa, akhirnya kamipun menginap dihotel terdekat diterminal yang semalamnya hanya seratus ribu.
Hari kedua
check out dari penginapan jam 7 pagi, langsung kami sarapan diwarung nasi uduk depan penginapan sambil mencari informasi angkot ke sawarna. Oleh bantuan si ibu penjual nasi uduk, maka kami naik elf langsung ke ciawi-sawarna hanya sepuluh ribu saja. Sampai diciawi kami dijemput sepasukan tukang ojek yang sudah dikirim oleh ibu penginapan tempat kami akan menginap.
Setelah melewati jalanan yang naik-turunnya cukup terjal, dan melewati jembatan gantung yang terlihat rapuh, sampailah kami didesa sawarna disambut oleh ibu adi pemilik wisma widi.
Sampai dipenginapan, kami hanya menaruh tas dan langsung menuju ke pantai tanjung layar. Disana, kami disambut oleh pemandangan yang indah dan alami dari tanjung layar, dimana ada dua buah karang besar yang membentengi pantai dari terjangan ombak sehingga menciptakan sebuah kolam yang besar. Tidak mau melewatkan kesempatan untuk bernarsis ria,mulailah kami berfoto2 ria dan berenang dikolam tersebut.
Siangnya kami kembali ke penginapan dan makan siang dengan makanan rumahan yang dibuat oleh ibu adi. Setelah itu kamipun berangkat ke goa layar.
Awalnya sempat takut akan hujan besar, namun karena sudah jauh2 kesini, sayang sekali kalau tidak ke goa layar.
Perjalanan ke goa layar ditempuh dengan menggunakan ojek sebesar 15rb perorang.
Sore harinya, kami berburu sunset di pantai ciantir. Ternyata pemandangan di ciantir tidak terlalu jauh berbeda dengan di pantai cipanarikan-ujung genteng. Pasirnya yang putih halus dipadu ombak yang besar bergulung-gulung dan golden sunset yang indah, membuat hati betah berada disana.
Hari kedua
Ketika bangun subuh, kaget juga ketika membuka pintu kamar, kumelihat bule yang ada dipenginapan sudah siap untuk berangkat surfing...ckckck.."itu bule gile bener subuh2 udah berangkat surfing" (just for info itu bule nginep sebulan dipenginapan dan hanya surfing dari pagi sampe sore)hebat ya?
pagi harinya, kami susur pantai dari pantai ciantir sampai tanjung layar. Lumayan juga untuk olahraga pagi. Sambil bernarsis dan menikmati indahnya pantai, tak terasa juga ternyata sampai pantai tanjung layar.
Sebenarnya masih banyak objek lain yang menarik di sawarna, ada lagoon pari, ada muara tempat melihat anak buaya berjemur, ada goa kelelawar, dan masih banyak lagi. Namun karena terbatasnya waktu, tidak bisa dinikmati semua.
Subscribe to:
Posts (Atom)